Pengurus Golkar Kecewa dengan Penurunan Suara di Pileg 2019

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 19:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 04 606 2100710 pengurus-golkar-kecewa-dengan-penurunan-suara-di-pileg-2019-P3ol869sov.jpg Nusron Wahid (foto: Okezone)

JAKARTA - Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Nusron Wahid mengutarakan beberapa alasan para kader Golkar mendesak untuk adanya rapat pleno karena beberapa hal. Seperti menurunnya perolehan suara hingga kursi di DPR dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

"Tentang hasil Pileg secara nasional hasil kumulatif pileg kita itu kalah, turun,"ujar Nusron saat berkumpul dengan kader Golkar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

Baca Juga: Golkar Sambut Anggota Baru DPR dari Kalangan Milenial 

Airlangga Hartarto Diharapkan Mampu Membawa Golkar Bersih dan Bangkit

Posisi Partai Golkar sendiri berada di peringkat kedua. Namun menurut Nusron seharusnya tak bisa berbangga diri lantaran perolehan kursi di parlemen turun yang sebelumnya 91 menjadi 85.

"Ini dianggap sebagai sebuah keberuntungan dan keberkahan. Mita lihat dari sudut pandang itu," tuturnya.

Untuk di pilpres, Nursron juga merasa heran mengapa di wilayah yang pilpresnya Golkar menang, namun pasangan yang diusung yaitu Jokowi-Ma'ruf kalah. Padahal di parpol pengusung lainnya seperti PDIP dan PKB hal tersebut tak terjadi.

"Ini ada faktor apa? Kalau di partai lain saya sebut katakanlah PDIP sama PKB. itu kan linier, dimana pun daerah yang PDIP menang di situ Jokowi-Maruf menang. Dimana daerah yang PKB menang di situ Jokowi-Ma'ruf maruf menang. Tapi di daerah yang DPP partai Golkar ataupun di daerah Golkar menang, di pileg kenapa kok kalah?" tegas Nusron.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Anggota DPRD Banten Periode 2019-2024 Langsung Gajian

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini