Untuk mendorong optimasi lahan rawa di Kalsel, Amran akan segera mengirim lagi 50 unit excavator untuk menggarap 200 ribu hektare lahan. Kementan mencatat sudah mengirim 62 unit excavator. Selain excavator, Kementan siap mengirim ratusan traktor dan combine hafester ke petani sasaran program.
Amran ingin petani menjual dalam bentuk beras demi meraup margin lebih besar ketimbang menjual padi. Mekanisme pertanian akan mempercepat kerja petani dari 25 hari menjadi 3 hari ketika tanam.
"Jadi tanam, panen, sampai jadi beras semua pakai alat pertanian. Semua sudah mekanisasi pertanian, enggak perlu lagi capek tanan padi. Kalsel harus jadi rujukan dunia bidang pertanian rawa," sebutnya.
Selain padi, lahan rawa bisa dipergunakan untuk sektor lainnya. Misalnya beternak bebek, ayam, ikan, sampai ditanami tanaman hortikultura. Kementan mencatat, Indonesia memiliki potensi lahan rawa sebanyak 10 juta hektare.
Gubernur H Sahbirin Noor tidak bisa menyimpan rasa bangga dan syukurnya melihat keberhasilan pertanian di Kalsel. Menurut dia, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para petani dan sinergitas yang terus terjalin antar pemerintah pusat, pemerintah daerah serta jajaran TNI.
"Ini adalah bentuk nyata dari perhatian pemerintah pusat kepada kita. Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian, kepada Pak Presiden Jokowi, kita do'akan semoga Pak Presiden kita sukses terus membangun Indonesia," ujar Sahbirin Noor.