Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Sebut Hoaks, Anti-Pancasila, dan Ujaran Kebencian Ancaman bagi Indonesia

Hambali , Jurnalis-Rabu, 27 Februari 2019 |21:23 WIB
Polri Sebut Hoaks, Anti-Pancasila, dan Ujaran Kebencian Ancaman bagi Indonesia
Wakil Satgas Nusantara Brigjen Polri Brigjen Fadil Imran (Foto: Ist)
A
A
A

TANGERANG - Wakil Satgas Nusantara Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan, Indonesia akan menjadi sebuah bangsa yang besar pada 2050. Mengingat jumlah penduduk yang mencapai 260 juta jiwa, 17 ribu pulau, kaya akan sumber daya alam, dan beragam dalam budaya, suku, dan agama.

"Maka, berbicara Indonesia tidak akan ada habisnya. Bayangkan saja dari Sabang sampai Merauke panjang bentangannya itu sama dengan Eropa dari Utara ke Selatan. Kita ini bangsa yang komplit. Yang setara dengan Indonesia itu adalah Cina, India dan Amerika Serikat," ujarnya di Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Rabu (27/2/2019).

Namun, untuk mencapai itu semua ada tantangan besar yang harus dilalui. Bukan hanya dari luar, melainkan dari dalam. Misalnya, tantangan adanya gangguan yang ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi khilafah. 

(Baca Juga: Mendagri Minta Ibu-Ibu Cermat Terima Informasi, apalagi dari Medsos)

Persoalan hoaks, hate speech atau ujaran kebencian ikut menjadi tantangan yang tak bisa dianggap remeh, karena bisa memporak-porandakan persatuan dan kesatuan bangsa. Mahasiswa sebagai kolompok intelektual, cerdas, rasional dan objektif dalam membaca realitas, kata Fadil, harus ikut menjadi bagian dalam mewaspadai penyebaran hoaks.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement