Avner pun cenderung merasa puisi tersebut sebagai bentuk provokasi. Pasalnya, dalam berdoa mestinya tidak mencampuradukan agama dengan politik.
“Siapa pun yang menang sebagai presiden, negara sudah menjamin kebebasan negara, ibadah sesuai keyakinan masing,” tuturnya.
Ia mengingatkan, jangan sampai karena pesta demokrasi 5 tahun, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terpecah belah. Dirinya pun mengajak masyarakat dalam mengikuti pesta demokrasi tak saling menjatuhkan, namun berpolitik cerdas dan penuh gagasan.
Berbeda pilihan adalah hal biasa. Namun, mencari sensasi dengan merugikan masyarakat sangat memalukan. (Baca Juga: TKN Jokowi Kritik Anies Baswedan karena Beri Izin Munajat 212)
Neno Warisman diketahui merupakan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
(Arief Setyadi )