TKN Jokowi Kritik Anies Baswedan karena Beri Izin Munajat 212

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 22 Februari 2019 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 22 605 2021624 tkn-jokowi-kritik-anies-baswedan-karena-beri-izin-munajat-212-ABP4Kr7BlA.jpg Ade Irfan Pulungan, Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Fahreza Rizky)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang memberikan izin kegiatan Munajat 212 di Lapangan Monas, Jakarta. Sebab, acara tersebut sarat dengan kepentingan politik pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

"Saya juga mengkritik kepada Gubernur Anies Baswedan terhadap pemberian izin pelaksanaan acara tersebut. Kami menganggap itu ditunggangi kelompok tertentu, kalau memang izin ya terhadap masalah keagamaan seharusnya ada pantauan secara resmi dari pihak gubernur," kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

(Baca Juga: Fahri Hamzah Tak Setuju Acara Munajat 212 Dituding Bermuatan Politis)

Ade menuturkan, sesuai peraturan, saat ini belum diperbolehkan melakukan kampanye terbuka oleh pasanga calon tertentu. Namun, dalam acara Munajat 212 kemarin, ia melihat kegiatan tersebut sarat dengan nuansa politik praktis.

"Kami menganggap itu dugaan sebagai bentuk kampanye terbuka yang dilakukan paslon 02, makanya kami juga lagi mengkaji proses yang dikeluarkan oleh Gubernur Anies Baswedan terhadap acara tersebut," katanya.

Munajat 212

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta acara yang bersifat keagamaan tidak ditunggangi kampanye untuk pasangan calon tertentu. Hal inilah yang kemudian diprotes TKN, dan ia mencontohkan peristiwa Tabligh Akbar di Solo yang kemudian dinyatakan melanggar pidana pemilu lantaran diduga mengampanyekan pasangan calon tertentu.

"Sudah banyak hal yang terbukti. Contoh peristiwa di Solo, judulnya tabligh akbar tapi isinya melakukan kampanye dan itu terbukti yang dilakukan oleh Ustaz Slamet Ma'arif dia menajdi wakil ketua BPN (Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi) dan hari ini terbukti diproses oleh Bawaslu, setelah ditindak lanjuti kepolisian sekarang jadi tersangka," tutur dia.

(Baca Juga: BPN Sayangkan Adanya Tindakan Intimidasi Wartawan di Munajat 212)

Diwartakan sebelumnya, acara Munajat 212 turut dihadiri tokoh pendukung dan pengusung Prabowo-Sandi, seperti Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Wakil Ketua BPN Neno Warisman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan lain-lain. Bahkan, Fadli Zon diduga mengacungkan salam dua jari yang identik dengan slogan paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi di acara tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini