Fahri Hamzah Tak Setuju Acara Munajat 212 Dituding Bermuatan Politis

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 17:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 22 605 2021596 fahri-hamzah-tak-setuju-acara-munajat-212-dituding-bermuatan-politis-6zfYt4V8nF.jpg Fahri Hamzah (Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menganggap acara Munajat 212 yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas) bernuansa politis. Lantaran beberapa massa maupun tokoh yang hadir banyak mengacungkan simbol dua jari.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menepis tudingan tersebut. Dirinya berpandangan tudingan yang dilayangkan TKN tidaklah benar.

 Baca juga: BPN Tepis Tudingan TKN Soal Munajat 212 Bernuansa Politis

Menurutnya, kejadian yang ada di sana hanyalah sebuah permainan gimmick. Hal ini dibuktikannya lantaran Fahri turut hadir di sana.

 Fahri Hamzah (Okezone)

"Setahu saya yang enggak boleh itu ajakan, lalu menyebut nama calon, kalau menyebut nomor apa enggak permainan simbolik ya, semalam itu misalnya pak kiai bilang 'tes tes 01 atau 02', ‘duaaa’ orang (penonton) teriakkan. Itu kan permainan gimmick," ungkap Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

 Baca juga: TKN: Munajat 212 Politisasi Agama, Bawaslu Harus Bertindak!

Fahri berpandangan jika acara tersebut dikatakan melanggar aturan bila secara terang-terangan mengajak salah satu paslon. Apalagi acara itu di hari banyak orang sehingga bisa dikatakan bernuansa politis

"Yang bermasalah itu misalnya ada ajakan seperti marilah kita coblos pasangan nomor 01, bapak Jokowi-Ma’ruf atau marilah kita coblos Prabowo-Sandi. Itu adalah kalau di forum non-kampanye itu enggak bagus," jelas dia.

Baca juga: Fadli Zon Acungkan Dua Jari di Munajat Cinta 212, Ini Kata TKN Jokowi

Sebelumnya Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menilai acara Munajat 212 di Monas pada Kamis malam pada awalnya dimaksudkan sebagai acara keagamaan untuk berdoa bangsa. Namun, acara yang mulia tersebut ternyata itu diciderai dengan nuansa kampanye.

"Hal itu dibuktikan dengan salam ‘dua jarinya’ Fadli Zon, orasinya Pak Zulkifli Hasan yang tendensius kampanye, Ijtima Ulama untuk pemilihan Presiden serta hadirnya tokoh-tokoh yang mendukung Capres 02," kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada Okezone.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini