Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo: Politik Lebih Sulit dari Perang

Kuntadi , Jurnalis-Rabu, 27 Februari 2019 |21:16 WIB
Prabowo: Politik Lebih Sulit dari Perang
Prabowo di DIY (Foto: Kuntadi/Okezone)
A
A
A

YOGYAKARTA - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan dunia politik di Indonesia sangat sulit untuk diarungi. Hal itu menjadi dunia baru yang dia jalani setelah lama hidup dengan status tentara.

"Dulu saya diajari perang. Sekarang politik ternyata lebih sulit," terang Prabowo dalam acara bertajuk "Prabowo Menyapa Masyarakat DIY dan Jateng" di Pasific Hall, Jalan Magelang Yogyakarta, Rabu (27/2/2019).

Dalam acara ini juga ada deklarasi sejumlah purnawirawan TNI-Polri dan dari berbagai kelompok masyarakat. Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno ini mengatakan politik di Indonesia sulit ditebak. Diapun berkelakar jika dari 15 politisi yang bohong bisa 16 orang. Ini berbeda dengan kehiduoan di tentara yang harus tegas, dan tidak ada pat gulipat ataupun bohong.

"Di tentara A ya bilang A. B ya B tidak seperti politik," terangnya.

Prabowo juga meminta maaf kepada Bibit Waluyo yang dulu hendak maju pilgub Jawa Tengah lewat Gerindra namun ditolak. Saat itu politikus bilang mengatakan Bibit tidak punya uang. Padahal cara itu harusnya tidak dilakukan.

"Saya mohon maaf pak Bibit," terangnya.

Prabowo mengaku maju dalam capres karena tekadnya untuk memperbaiki kondisi bangsa ini yang sedang sakit. Bahkan bangsa ini sudah sakut dalam stadium empat dengan banyaknya kasus korupai dan kekayaan yang lari keluar negeri. Hal inilah yang menjadikan kesejahteraan masyarakat sulit diwujudkan. Untuk itulah gaji pejabat harus ditingkatkan agar malu unuk menerima sogokan.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement