nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lucas Nilai Alat Bukti BAP Dina Soraya Direkayasa

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 19:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 28 337 2024147 lucas-nilai-alat-bukti-bap-dina-soraya-direkayasa-q1znCLi0Av.jpg Lucas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali mengagendakan sidang lanjutan perkara dugaan merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan Eddy Sindoro untuk terdakwa Lucas. Agenda persidangan kali ini yakni pemeriksaan terdakwa Lucas.

Terdakwa Lucas sempat menyinggung soal adanya perubahan keterangan saksi kunci, Dina Soraya di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Lucas menganggap ada pihak yang sengaja menggiring Dina Soraya untuk merubah keterangannya.

"Boleh dikatakan ada kebenaran yang disembunyikan. Bahkan Dina masih digiring untuk memberikan suatu keterangan yang bertentangan," kata Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

Baca Juga: Sidang Perkara Lucas di PN Tipikor, Dua Pengunjung Ribut

Sidang Lucas

Menurut Lucas, BAP Dina Soraya seharusnya tercatat pada 18 September 2018. Namun, BAP tersebut direkayasa menjadi tanggal 28 September 2018. Hal tersebut yang dianggap janggal oleh Lucas.

"Dengan alasan 'saya mengubah ini demi untuk orangtua, suami, dan anak'. Dengan menyebut nama atas permintaan. Permintaan siapa? Inilah tanda tanya yang bapak-bapak, ibu-ibu cari sendiri jawabannya," ungkapnya.

Lucas mengatakan, seharusnya Dina Soraya menjadi tersangka bersama dirinya terkait dugaan pelarian Eddy Sindoro. Namun, hingga kini KPK justru tidak mentersangkakan Dina Soraya.

"Karena sebenarnya Dina itu kan sama-sama mau dijadikan tersangka untuk ditahan pada tanggal 1 (Oktober). Kemudian pulang, Dina tidak diapa-apain," bebernya.

Baca Juga: Jaksa KPK Putar Rekaman Sadapan Diduga Percakapan Lucas dan Eddy Sindoro

Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini