nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengacara Kecewa Lucas Dijatuhi Vonis 7 Tahun Penjara

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 23 Maret 2019 19:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 23 337 2034068 pengacara-kecewa-lucas-dijatuhi-vonis-7-tahun-penjara-nkfinGGdYl.jpg Advokat Lucas divonis 7 tahun penjara

JAKARTA - Pengacara Lucas divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan penjara karena terbukti bersalah merintangi penyidikan KPK terhadap mantan Presiden Komisaris Lippo Group Eddy Sindoro.

Penasehat hukum Lucas, Irwan Muin, menjelaskan, perjuangan Lucas mencari keadilan seperti dihalang sebuah tirani. Menurut dia sikap hakim yang cenderung pasif dalam kasus ini.

"Majelis hakim sepanjang persidangan tidak aktif bertanya, menggali keterangan dari ahli-ahli baik yang diajukan oleh KPK. Lebih-lebih dari ahli JPU," ujar Irwan saat dikonfirmasi, Sabtu, (23/4/2019).

Irwan menambahkan, hakim tidak menilai dan tak menjelaskan, pertimbangan hukum sepanjang mengkonstatering dan mengkualifisir fakta-fakta hukum.

"Terutama yang diajukan oleh terdakwa (Lucas) dan penasehat hukumnya. Hakim hanya mengambil alih seluruh fakta-fakta hukum yang diajukan oleh KPK dalam tuntutannya," ucap Irwan.

Kekhawatiran akan sikap hakim dipersidangan Lucas memang sudah diungkapkan oleh, mantan hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Syarifuddin Umar.

"Ada apa dengan sikap para hakim? Jika memang mereka (hakim) merasa benar dengan keputusannya. Saya siap mengajak mereka berdiskusi di ruang terbuka," ucap Syarifuddin.

(Baca Juga: Lucas Divonis 7 Tahun Penjara karena Terbukti Larikan Eddy Sindoro)

Sejak awal, Syarifuddin memang sudah curiga dengan proses persidang. Dia mempertanyakan, ketika Dina Soraya tak dihadirkan sebagai saksi di kasus Eddy Sindoro.

"Dari awal memang ini sudah amburadul. Saya bilang begitu karena mereka (jaksa KPK), katakan dalam dakwaan, bahwa Lucas bersama-sama dengan Dina. Akan tetapi dalam dakwaan tidak dinyatakan Dina akan diajukan secara terpisah perkaranya. Dan juga tidak dinyatakan dalam dakwaannya, bahwa Dina Soraya itu dalam DPO," urainya.

Sementara Direktur Eksekutif KPK Watch, M Yusuf Sahide mengatakan, Ketegasan, keberanian, dan kebijaksanaan hakim tak terlihat saat persidangan Lucas. "Kalau begitu KPK akan semakin bersikap arogan. Di kasus Lucas sesungguhnya hakim harus menunjukkan keberaniannya," kata Yusuf tegas.

Apalagi hakim tidak sendiri, sebab ada media yang selalu menyortoi kasus ini dengan berimbang. "Jadi kenapa hakim harus khawatir," lanjut Yusuf.

Menurut Yusuf, kasus Lucas bisa menjadi titik balik peradilan di tanah air bisa kembali tegak di atas nilai-nilai kebenaran. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Hakim cenderung pasif dan pasrah.

Lucas pasca dijatuhkan vonis tujuh tahun oleh hakim tak kuasa menahan kecewa. Kata dia, hakim seolah menafikan fakta di persidangan dan cenderung membacakan dakwaan dari sudut pandang jaksa KPK.

"Kalian (para jurnalis) ikuti sendiri. Bagaimana proses sidang ini berjalan timpang. Kalau begini, proses persidangan yang saya ikuti tak ada artinya, karena ujung-ujungnya hakim hanya mengambil satu sudut pandang dari jaksa saja. Dan terkesan mengabaikan fakta selama sidang berlangsung," ucap Lucas.

Dalam kasus ini, Lucas terbukti melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini