Ma'ruf pun mengklarifikasi soal hoaks kelak bila terpilih, dilarang azan di masjid. "Itu isu bohong. Itu hoaks. Nanti katanya LGBT dilegalkan, itu bohong. Pelajaran agama di sekolah akan dihapus. Itu fitnah. Saya pun pernah di-bully dalam suatu momen di Jakarta. Katanya Ma’ruf Amin joget. Padahal saya hanya tepuk tangan," ujarnya.
Sambil mempersilakan istrinya untuk kembali ke tempat, Ma'ruf meminta warga Pangandaran tidak mudah menerima informasi yang patut diduga hanyalah kabar bohong.
(Qur'anul Hidayat)