LAMPUNG - Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Zuhairi Misrawi membantah bila PDI Perjuangan (PDIP) dianggap anti Islam. Menurut dia, partai berlogo banteng moncong putih itu memiliki bukti nyata keberpihakan terhadap Islam, bahkan sejak era Soekarno (Bung Karno) hingga Joko Widodo.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Mis itu, komitmen nyata PDIP terhadap pendidikan dan kemajuan Islam bisa dilihat dari masa lampau, ketika Indonesia masih dipimpin Proklamator RI Bung Karno.

(Baca Juga: TKN: Dukungan Keluarga Besar Uno Sangat Positif untuk Jokowi-Ma'ruf)
Diceritakan di hadapan ratusan ibu-ibu yang mengikuti acara Safari Kebangsaan IX di Gedung Nuwa Balak, Lampung Tengah, Jumat (1/3/2019), Gus Mis mengatakan Bung Karno adalah termasuk yang berperan mempertahankan keberadaan Universitas Al Azhar Kairo. Saat itu, pemimpin Mesir Gamal Abdul Nasser hendak membubarkan kampus itu. Namun Bung Karno berkirim surat meminta agar jangan sampai ditutup.
"Tolong jangan ditutup karena Al Azhar itu simbol peradaban agama Islam. Dan itulah yang terjadi. Saya ini lulusan Al Azhar. Bisa hafal Al Quran, hadist, dan sejumlah kitab kuning. Itu berkat jasa Bung Karno sehingga Gamal tak menutupnya," kata dia.
Komitmen yang sama juga diperjuangkan oleh Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri. Hingga saat ini, kata Gus Mis, masih banyak kiai yang bercerita bagaimana besarnya bantuan dari Ketua umum PDIP itu terhadap pembangunan berbagai gedung pesantren.
"Dan sekarang, mungkin bila anda melihat gedung-gedung megah di pesantren, bisa jadi itu adalah rusunawa yang dibangunkan oleh Pak Jokowi," kata Gus Mis.
Sebagai kader PDIP, Jokowi disebutnya terus menunjukkan komitmen perjuangannya terhadap pendidikan Islam dan pesantren. Adalah Jokowi bersama PDI Perjuangan yang memperjuangkan ditetapkannya Hari Santri Nasional yang merupakan wujud pengakuan atas peran santri terhadap NKRI.
Dan bukan sekedar itu. Dahulu, ijazah santri banyak tak diakui oleh kampus negeri. Di era Jokowi, para santri didorong untuk melanjutkan pendidikan di kampus negeri, dengan membawa ijazah santrinya.
"Kalau sekarang 100 ribu beasiswa disediakan ke santri yang ingin kuliah di kampus negeri. Kalau ingin menjadi dokter, menjadi insinyur, sudah bisa," jelasnya.
Karena itulah dia mengaku merasa heran bila masih ada banyak pihak yang terus memfitnah PDI Perjuangan dan Joko Widodo adalah anti Islam. Walau demikian, fitnah itu malah dijadikan sebagai lahan doa dan pengharapan oleh pihaknya.
(Baca Juga: Ini Alasan Ponpes Buntet Cirebon Tolak Kedatangan Sandiaga Uno)
"Jadi kalau ada orang fitnah PDIP dengan Anti-Islam, Insya Allah isu itu akan makin membesarkan PDIP," tegas Gus Mis.
Acara Safari Kebangsaan IX itu dipimpin oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dan dihadiri para petinggi partai serta sejumlah caleg. Diantaranya adalah Ketua DPD PDIP Lampung Sudin, caleg daerah pemilihan Lampung 2 Asroru Maula dan Garda Maharsi.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.