nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selipkan Sabu dalam Anus, 2 Pria Diciduk BNN di Bandara Jambi

Abimayu, Jurnalis · Minggu 03 Maret 2019 20:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 03 340 2025279 selipkan-sabu-dalam-anus-2-pria-diciduk-bnn-di-bandara-jambi-2r2uQLypUe.JPG Penyelundup narkoba jenis sabu dalam anus (Foto: Nanang/Okezone)

JAMBI - Badan Narkotika Nasional (BNN) Jambi menangkap tersangka kurir narkoba jenis sabu seberat 400 gram di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi.

Kedua pelaku masing-masing bernama Deni Agus Maryono (35) tercatat sebagai warga RT 002, Desa Duriangkang, Kecamatan Sungai Beduk, Provinsi Kepri dan Ristiyadi, warga RT 001/RW 001, Desa Ngadirejo, Kabupaten Magelang, Kecamatan Salaman, Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, kedua tersangka kedapatan membawa sabu saat melakukan perjalanan dari Batam menuju Jambi dengan menumpang pesawat Lion Air. Sabu tersebut dimasukkan ke anus masing-masing tersangka seberat 200 gram.

Kabid Pemberantasan Narkoba BNN Jambi, AKBP Agus membenarkan keduanya ditangkap di Bandara STS Jambi saat hendak menyelundupkan sabu.

"Penangkapan tersangka (berawal) dari adanya informasi akan adanya pengiriman narkotika jenis sabu ke Jambi. Kemudian kita berkoordinasi dengan Direktorat Intelijen BNN RI guna mengetahui perjalanan pelaku," kata Agus, Minggu (3/3/2019).

Narkoba Jenis Sabu

Setelah mendapat informasi tentang jadwal penerbangan pesawat yang digunakan oleh pelaku yaitu Lion Air dari Kota Batam take off pukul 17.30 WIB dan landing di Jambi pukul 18.55 WIB, anggota BNNP Jambi langsung melakukan penindakan terhadap kedua tersangka di Bandara STS.

"Saat dua tersangka ditangkap langsung dilakukan interogasi di ruangan Avsec Bandara STS Jambi dan mereka mengaku membawa narkotika jenis sabu yang dimasukkan ke dalam anus sebanyak 200 gram atau 2 ons. Kemudian kedua pelaku dibawa ke toilet guna mengeluarkan barang bukti narkotika tersebut," tuturnya.

BNN Jambi selanjutnya akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui bandar di balik peredaran barang haram itu. "Saat ini kedua pelaku sedang dilakukan penyidikan intensif," ujarnya singkat.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini