Dia menyebut teriakan 01 yang ada di dalam video itu tidak merujuk pada nomor urut capres-cawapres untuk Pemilu 2019. Saat itu, kata Yulhasni, karena massa merasa ada kecurangan.
“Kalau misalnya rekan-rekan mendengar suara teriakan 01, 01 karena sebenarnya 01 itu yang mereka protes. Karena memang petahana (di Pilkada Kabupaten Tapanuli Utara) kemarin yang dianggap melakukan kecurangan dan KPU dianggap terlibat,” tuturnya.
(Baca Juga: Diduga Sebar Hoax soal Pilpres, 2 ASN Purwakarta Terancam Dipecat)
Selain itu, Yulhasni menjelaskan, amplop yang diangkat dalam video tersebut merupakan amplop berisi surat C1 scan yang akan diunggah. “Jadi, amplop yang diangkat-angkat itu sebenarnya adalah berisi surat C1 scan yang akan diunggah. Jadi, bukan C1 yang sudah tercoblos untuk pasangan nomor urut tertentu,” katanya.
Yulhasni menegaskan, video yang beredar merupakan informasi bohong atau hoaks. “Kami jelaskan itu informasi bohong dan hoaks. Peristiwa itu terjadi di pemilihan Kepala Daerah Bupati atau Wakil Bupati di Tapanuli Utara di 2018,” katanya.