Batalkan Latihan Perang Gabungan, AS dan Korsel Berusaha Kirim Sinyal untuk Korut

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 06 Maret 2019 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 06 18 2026682 batalkan-latihan-perang-gabungan-as-dan-korsel-berusaha-kirim-sinyal-untuk-korut-K0oObmnNk4.jpg Bendera Korea Selatan dan Amerika Serikat. Foto/Reuters

JAKARTA - Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia mengatakan, dihentikannya latihan militer bersama di Semenanjung Korea merupakan sinyal dari Washington dan Seoul untuk Korea Utara.

Dihentikannya latihan militer bersama itu merupakan upaya dari Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan untuk memberikan pesan positif kepada Pyongyang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan akan menghentikan latihan militer musim semi besar-besaran AS-Korea Selatan dan menggantinya dengan latihan militer yang lebih kecil. Pengumuman itu disampaikan Trump beberapa hari setelah dia gagal mencapai kesepakatan dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dalam KTT di Hanoi, Vietnam.

Foto/Reuters

Trump mengatakan, alasan di balik pembatalan latihan militer itu tidak hanya untuk menghemat dana ratusan juta dolar, tetapi juga sebagai bentuk itikad baik kepada Korea Utara.

"Saya pikir setidaknya keputusan untuk menurunkan skala latihan gabungan merupakan sinyal yang kami berusaha kirimkan kepada Korea Utara untuk menunjukkan bahwa kami masih berusaha mencapai tujuan yang sama," kata Dubes Kim Chang-beom kepada media di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

"Jadi itulah saya pikir kenapa kementerian pertahanan AS dan Korea Selatan memutuskan untuk menurunkan skala latihan militer."

Korea Selatan dan AS secara rutin menggelar latihan perang gabungan dengan melibatkan pasukan darat laut dan udaranya. Namun, Korea Utara seringkali melihat latihan perang itu sebagai bentuk provokasi dan curiga kegiatan itu dilakukan sebagai persiapan melakukan invasi.

Pada tahun-tahun sebelumnya, ketegangan antara kedua Korea dan AS seringkali meningkat pada masa-masa sebelum dan sesudah latihan perang, meski hal itu sudah mulai berkurang dalam setahun terakhir.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini