nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banjir Bandang Terjang Madiun, Ratusan Warga Mengungsi

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 12:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 06 519 2026508 banjir-bandang-terjang-madiun-ratusan-warga-mengungsi-j8t8FluUsf.jpg Banjir bandang menerjang Madiun (Foto: Madiunpos)

MADIUN - Banjir bandang menerjang Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (6/3/2019). Puluhan rumah di kecamatan itu terendam air hingga sekitar 5 meter. Hal tersebut disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Madiun sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari tadi.

Dandim 0803 Letnan Kolonel Nur Alam Sucipto mengatakan ada tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Madiun yang terendam banjir. Ketinggian air mencapai 5 meter.

"Ada tujuh desa yang terendam banjir," kata dia kepada wartawan di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng.

Wilayah kecamatan yang paling banyak terendam banjir yaitu di Kecamatan Pilangkenceng, yakni ada lima desa. Sedangkan dua lainnya ada di Kecamatan Saradan dan Kecamatan Balerejo.

"Untuk yang paling parah yaitu di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, dengan ketinggian mencapai 5 meter," kata dia.

Lima desa di Kecamatan Pilangkenceng yaitu di Desa Kedungrejo, Desa Wonoayu, Kedungmaron, Gandul, dan Purworejo. Pantauan di Desa Purworejo, puluhan rumah masih terendam air hingga keytinggian mencapai 2 meter. Warga pun terlihat di luar untuk menyelamatkan diri.

Warga Madiun mengungsi akibat banjir bandang menerjang

(Baca Juga: Sejumlah Wilayah di Madiun Banjir, Lalu Lintas Jalur Utama ke Surabaya Terganggu)

Akibatnya, ratusan warga Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, pun mengungsi dari rumah mereka yang terendam air. Mereka juga mengeluarkan perabotan rumah tangga di jalan raya, kemudian mengungsi di rumah tetangga yang dinilai lebih aman.

Seorang warga Desa Purworejo, Pariyem, mengatakan dirinya hanya bisa menyelamatkan beberapa perabotan rumah tangga. Kemudian dibawa ke pinggir jalan raya.

Banjir bandang, kata Pariyem, datang sekira pukul 01.00 WIB. Saat itu air langsung masuk ke dalam rumah hingga ketinggian mencapai 2 meter. Karena takut terjadi apa-apa, ia kemudian keluar rumah dan membawa sejumlah barang rumah tangga.

"Tadi saat air masuk ke rumah. Saya hanya bisa menyelamatkan barang kecil-kecil saja. Untuk barang elektronik ditaruh di naikkan ke tempat yang tinggi," kata dia.

Warga Desa Purworejo lainnya, Fendy, menceritakan rumahnya kemasukan air sejak pukul 01.00 WIB. Saat itu, air langsung masuk ke rumah dan sejumlah barang pun terendam air. "Barang elektronik banyak yang rusak. Ini tadi ada yang jatuh ke air, kipas angin," kata Fendy.

Fendy belum tahu akan mengungsi di mana untuk sementara waktu ini. "Sejak tadi malam saya belum bisa tidur," ujar dia.

Sejumlah warga mengungsi di salah satu rumah warga yang aman dari banjir yaitu di rumah Heri. Heri menuturkan rumahnya dibuka untuk para pengungsi. Warga sudah masuk ke dalam rumah sejak tadi malam.

"Soalnya yang tidak kemasukan air banjir cuma sini saja. Jadi warga pada ke sini untuk mengungsi," ujar Heri.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini