nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Isi Nota Keberatan Habib Bahar bin Smith atas Dakwaan Penganiayaan Anak

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 13:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 06 525 2026545 begini-isi-nota-keberatan-habib-bahar-bin-smith-atas-dakwaan-penganiayaan-anak-IbBZqSMeX6.jpg Habib Bahar Smith ikut persidangan di PN Bandung (CDB/Okezone)

BANDUNG – Terdakwa kasus penganiayaan anak, Habib Bahar bin Smith membacakan eksepsi atau nota keberatan dalam sidang di Gedung Perpustakaan Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Jawa Barat. Bahar menyatakatan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Edison Muhamad, Rabu (6/3/2019), Bahar memberi kuasa kepada penasihat hukumnya untuk membacakan eksepsi.

"Dakwaan ini kabur karena peran masing-masing terdakwa tidak rinci. Luka korban juga ada yang duel, bukan dianiaya oleh klien kami," kata seorang kuasa hukum Bahar, Munarman saat membacakan eksepsi.

Nota keberatan disampaikan kubu Bahar secara umum terdiri dari lima point. Pertama menyatakan Pengadilan Negeri Bandung tidak berwenang mengadili kasus tersebut karena tempat kejadian atau locus delicti berada di Bogor.

Menurut Munarman, yang berhak mengadili adalah PN Bogor karena lokasi pidana di sana. "Ini tidak sesuai dengan locus delictinya," katanya.

 

Sidang Habib Bahar bin Smith (CDB/Okezone)

Kedua kubu Bahar menyatakan dakwaan JPU tidak jelas merincikan peran terdakwa dan luka korban, sehingga dianggap batal demi hukum.

Munarman juga mempertanyakan perubahan surat dakwaan hingga terlambat diberikan oleh JPU. Menurutnya, sesuai ketentuan surat dakwaan bisa diubah sebelum hakim menentukan jadwal sidang. ‎

"Ini baru diberikan kepada kami malam sebelum persidangan yang harusnya diberikan maksimal tujuh hari sebelum sidang dan jaksa merubah surat dakwaan," ujarnya.‎

Munarman meminta majelis hakim membebaskan kliennya dari tahanan dan membebankan biaya perkara ke negara.

Kelima, kubu Bahar meminta majelis hakim mengabulkan keseluruhan eksepsi.

(Baca juga: Bahar Smith Didakwa Aniaya 2 Remaja dan Melanggar Pasal Berlapis)

Usai mendengar eksepsi terdakwa, majelis hakim meminta tanggapan JPU. Jaksa meminta waktu satu pekan untuk menyusun tanggapan atas nota keberatan terdakwa.

"Kami akan menanggapi secara tertulis, kami perlu waktu satu minggu," ucap JPU kepada majelis hakim.

 

Setelah mendengar kedua pihak, Hakim Edison kemudian mengakhiri sidang hari ini. Sidang akan dilanjutkan pada Kamis 14 Maret 2019, dengan agenda mendengar tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa.

Saat sidang berlangsung, di luar gedung sejumlah orang pendukung Bahar berunjuk rasa meminta pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu dibebaskan. Aksi mereka dijaga ketat polisi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini