JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menyatakan meningkatnya pemilih Muslim ke pasangan calon nomor urut 01 itu lantaran swing voter atau calon pemilih tidak loyal di Pemilu 2019 mulai menjatuhkan pilihan politiknya. Hal itu hasil kerja tangan Tuhan usai melihat jagoannya dizalimi kubu sebelah.
“Itu yang kemudian swing voter mulai menentukan pilihan. Jadi, Allah itu enggak tidur. Makanya jangan suka ancam-ancam Allah, Allah enggak suka diancam-ancam,” kata Juru Bicara TKN, Irma Suryani Chaniago kepada Okezone, Rabu (6/3/2019).
Irma menilai, keputusan para swing voter muslim itu memilih Jokowi-Ma’ruf di Pilpres disebabkan oleh para tokoh di kubu Prabowo-Sandi yang selalu mengedepankan narasi kebohongan. Sehingga, mereka menyadari kalau orang-orang di sana itu hanya membela agama lewat mulut, tapi tidak dengan perlakuannya.
(Baca Juga: Harapan Umat Islam terhadap UAS di Pilpres 2019 versi Survei LSI)
Salah satu contohnya seperti kasus kampanye hitam terbaru terungkap di Sulawesi Selatan. Seorang ibu mengampanyekan Jokowi akan menghapus pelajaran agama jika terpilih lagi. Sang ibu mengajak orang memilih Prabowo Subianto.
Adapula sekelompok ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat juga melakukan kampanye hitam ke Jokowi dengan menyebut jika menang lagi, maka Jokowi akan melegalkan pernikahan sejenis dan melarang azan di masjid.
“Maka efeknya elektabilitas Jokowi semakin naik. Banyak yang menyadari ternyata yang teriak-teriak bela Islam itu justru mencoreng Islam itu sendiri,” katanya.
(Baca Juga: Survei PolMark: Jokowi-Ma'ruf 40,4% dan Prabowo-Sandi 25,8%)
Sekadar informasi, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut bila pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin secara keseluruhan unggul dari pesaingnya yaitu Prabowo-Sandi di kantong suara pemilih Muslim.
Diketahui, survei terhadap pemilih muslim dilakukan LSI lantaran pemilih muslim menempati komposisi sebesar 87,8 persen. Sisanya, sebanyak 12,2 persen adalah pemilih non-muslim. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,9 persen. Survei tersebut dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 respoden seluruh Indonesia dalam rentang waktu 18-25 Februari 2019.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.