WUHAN - Jadwal belajar yang sangat padat yang dilakukan seorang siswa berusia 17 tahun di China selama masa liburannya telah mendapatkan pujian dari banyak orang setelah dibagikan oleh gurunya di aplikasi chat populer WeChat.
Dalam jadwal tersebut terlihat bahwa Zhu Zheng, seorang siswa kelas dua Sekolah Menengah No.11 di Wuhan, China tengah menghabiskan 17 jam setiap hari selama liburan musim dingin untuk belajar.
Zhu memenangkan hadiah utama dalam kompetisi matematika nasional pada September dan pada akhir tahun lalu diajukan oleh dua gurunya untuk mengikuti kamp pelatihan matematika intensif di Universitas Tshinghua Beijing.
Saat kembali ke kelas tahun ini, salah seorang gurunya, Tang Yanping sangat terkesan dengan jadwal liburan Zhu yang dipenuhi aktivitas belajar. Dia kemudian membagikan jadwal tersebut melalui WeChat dengan komentar: "Satu bagian kerja keras, satu bagian bakat".
Di atas jadwal belajarnya, Zhu menulis: "Hidup tidak memiliki liburan musim dingin atau musim panas. Bukan karena kesuksesan datang terlambat tetapi Anda tidak cukup keras pada diri sendiri".
Sepanjang liburan, aktivitas belajar Zhu dimulai pukul 6.40 pagi dan berakhir pada 11.50 malam. Terlepas dari istirahat singkat untuk makan dan tidur selama setengah jam di siang hari, ia menghabiskan sisa waktunya menghadiri kelas matematika ekstrakurikuler dan merevisi mata pelajaran lainnya.
Jadwal Zhu juga menampilkan sejumlah catatan untuk mengingatkan dirinya sendiri, seperti: "disiplin diri, peningkatan diri", "mempelajari catatan, jangan menyalin catatan", dan "jangan pernah menyentuh ponsel".
Gurunya mengatakan, orangtua Zhu adalah imigran miskin dari Xianing, sebuah kota dekat Wuhan. Zhu bahkan telah berjanji pada orangtuanya untuk tidak membeli seragam baru sampai 12 bulan untuk menghemat uang.
"Dia menjalani kehidupan yang sangat hemat, hanya dengan semangkuk bubur dan roti kukus untuk sarapan dan makan siang dengan biaya tidak lebih dari 4 yuan (sekira Rp8.500)," kata Tang sebagaimana dilansir South China Morning Post, Jumat (8/3/2019).
Dedikasi akademik Zhu tidak jarang di antara siswa miskin di China, di mana ujian masuk universitas - yang dikenal sebagai gaokao - dipandang sebagai satu-satunya kesempatan mereka untuk memperbaiki kehidupan mereka.
Posting media sosial Tang yang memuji kebiasaan belajar Zhu yang menerima ratusan komentar dari warganet, sebagian besar mengungkapkan kekaguman mereka. Namun ada juga yang tidak terlalu terkesan dan membandingkan dengan jadwal belajar siswa lain yang lebih brutal.
Zhu mengatakan bahwa, dibandingkan dengan siswa elit lainnya dari seluruh negeri, ada banyak kekurangan dalam kebiasaan belajarnya.
Itulah sebabnya, dia telah membuat rencana studi yang ketat untuk liburan musim dinginnya dan telah mengingatkan dirinya untuk tidak bersantai, tetapi berusaha keras untuk lebih meningkatkan nilai akademisnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.