SLEMAN – Masyarakat di desa teratas lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghidupkan lagi kegiatan "Ronda Merapi". Ini sebagai antisipasi dan kewaspadaan dalam menyikapi semakin seringnya terjadi guguran lava dan awan panas dari gunung teraktif di dunia tersebut.
"Masyarakat di lereng Merapi sejak beberapa waktu lalu mulai menghidupkan kembali kegiatan 'Ronda Merapi' seiring semakin seringnya terjadi guguran lava dan awan panas guguran dalam beberapa hari terakhir," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan, di Sleman, Kamis 9 Maret 2019.
Menurut dia, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Ronda Merapi ini dilakukan bukan hanya di Desa Glagaharjo, di mana masih terdapat sejumlah warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi, tetapi juga di desa-desa lain di lereng Merapi.
"Ronda Merapi juga dilakukan masyarakat di Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, di Dusun Turgo, Kecamatan Pakem, dan daerah lain yang juga punya potensi bahaya besar," kata Makwan.
(Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Setinggi 1.300 Meter)