nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Guguran Lava dan Awan Panas, Warga Hidupkan Lagi "Ronda Merapi"

Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 12:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 08 510 2027273 antisipasi-guguran-lava-dan-awan-panas-warga-hidupkan-lagi-ronda-merapi-bJgNHJI0DS.jpg Gunung Merapi. (Foto: @BPPTKG)

SLEMAN – Masyarakat di desa teratas lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghidupkan lagi kegiatan "Ronda Merapi". Ini sebagai antisipasi dan kewaspadaan dalam menyikapi semakin seringnya terjadi guguran lava dan awan panas dari gunung teraktif di dunia tersebut.

"Masyarakat di lereng Merapi sejak beberapa waktu lalu mulai menghidupkan kembali kegiatan 'Ronda Merapi' seiring semakin seringnya terjadi guguran lava dan awan panas guguran dalam beberapa hari terakhir," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan, di Sleman, Kamis 9 Maret 2019.

Menurut dia, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Ronda Merapi ini dilakukan bukan hanya di Desa Glagaharjo, di mana masih terdapat sejumlah warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi, tetapi juga di desa-desa lain di lereng Merapi.

"Ronda Merapi juga dilakukan masyarakat di Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, di Dusun Turgo, Kecamatan Pakem, dan daerah lain yang juga punya potensi bahaya besar," kata Makwan.

(Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Setinggi 1.300 Meter)

Ia mengatakan, selain itu Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sleman turut andil dalam menjaga kondusivitas di lereng Merapi.

"Setiap saat TRC menyambangi warga yang tengah melakukan Ronda Merapi, sekaligus untuk mengecek dan melihat situasi dan kondisi Merapi," katanya.

Gunung Merapi. (Foto: Okezone)

Makwan mengatakan, komunikasi antarwarga yang sedang melakukan ronda juga penting agar bisa saling bertukar informasi terkait kondisi terkini dan koordinasi bisa menjadi mudah.

"Komunikasi melalui handy talkiy, dan selama ini berlangsung lancar," ucap Makwan.

Aktivitas Gunung Merapi sendiri mulai menunjukkan peningkatan pada beberapa waktu terakhir. Terhitung sejak tahun lalu, mulai munculnya letusan freatik hingga saat ini, terjadi awan panas guguran.

Beberapa kali guguran awan panas yang terjauh adalah 2 kilometer. Jarak luncuran itu memang masih aman untuk warga lereng Merapi karena radius aman yang direkomendasikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) adalah lebih dari 3 km dari puncak.

(Baca juga: Rentetan Aktivitas Merapi, 2 Kali Semburkan Awan Panas dan 14 Gempa)

Kepala Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Suroto mengatakan bahwa sebagai salah satu langkah antisipasi meningkatnya aktivitas Merapi adalah dengan menghidupkan kembali ronda.

"Ronda ini ya seperti ronda-ronda biasa, hanya saja ronda ini untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan aktivitas Merapi," kata Suroto.

Ia mengatakan, aktivitas Merapi memang tidak dapat diprediksi, termasuk luncuran awan panas guguran. "Sehingga, adanya ronda yang dilakukan warga secara bergiliran ini untuk menjaga kondusivitas sekitar," ujarnya.

Suroto mengatakan, untuk Ronda Merapi ini dilakukan warga pada masing-masing gardu atau poskamling mulai pukul 21.00 hingga 02.00 WIB. Bukan hanya warga, namun komunitas relawan juga turut serta.

"Sedangkan dari komunitas relawan membuat pos di Lapangan Stiper dan di Kalitengah Kidul," tuturnya.

(han)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini