Heboh Kondom Gambar Jokowi-Ma'ruf, Pakar: Kampanye Hitam Tak Akan Efektif

Antara, · Minggu 10 Maret 2019 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 10 605 2028123 heboh-kondom-gambar-jokowi-ma-ruf-pakar-kampanye-hitam-tak-akan-efektif-P2KUsatZCL.jpg Beredar kondom bergambar Jokowi-Ma'ruf (Foto: Ist)

SEMARANG - Kampanye hitam dengan menampilkan alat kontrasepsi bergambar pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma`ruf Amin yang beredar di sejumlah media sosial menghebohkan publik.

Menurut pakar komunikasi dari STIKOM Semarang Gunawan Witjaksana, kampanye hitam semacam itu justru bakal merugikan lawan dari Jokowi-Ma'ruf sendiri. Seperti dikutip Antaranews.com di Semarang, Minggu (3/10/2019), menurut Gunawan, hal tersebut sudah tidak efektif, bahkan cenderung kontraproduktif.

Gunawan yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) menilai masyarakat akar rumput sudah makin cerdas karena banyaknya informasi yang mereka terima. "Kampanye hitam justru merugikan lawannya meski sebenarnya belum tentu mereka yang membuat," katanya merespons pernyataan Relawan Pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin, Bravo-5 Jawa Timur.

(Baca Juga: TKN Sebut Prabowo Keliru soal Data Narkoba di Indonesia)

Jokowi-Maruf Amin

Sebelumnya, Ketua Bravo-5 Jawa Timur Ubaidillah Amin di Surabaya, Sabtu 9 Maret mengatakan, beredarnya gambar alat kontrasepsi jenis kondom tersebut merupakan fitnah dari pihak-pihak yang ingin membuat suasana pesta demokrasi menjadi tidak tenang.

Gus Ubaid, sapaan akrabnya, mengaku tidak sepakat dan mengutuk cara-cara berpolitik yang tidak sehat sehingga dapat merusak tatanan demokrasi yang sudah dibangun.

Menurut dia, pendukung Jokowi tidak mungkin membuat alat kontrasepsi tersebut, lalu membagi-bagikannya kepada masyarakat, terlebih dibungkus dengan simbol 01.

Lebih lanjut, pakar komunikasi Gunawan mengutarakan ada kemungkinan pihak ketiga yang ingin memperkeruh suasana terkait dengan alat kontrasepsi bergambar Pasangan Calon Nomor Urut 01 itu.

(Baca Juga: Survei SMRC: 13 Persen Pemilih Percaya KPU dan Bawaslu Tak Netral di Pemilu 2019)

Oleh karena itu, lanjut dia, keduanya perlu bergandengan tangan saling menyampaikan pesan yang menarik, mencerdaskan, etis, serta bermanfaat bagi masa depan masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI, 17 April 2019, diikuti dua pasangan calon, yaitu Jokowi-Ma`ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini