SLEMAN – Kementerian Pertanian tengah mengembangkan 4 inisiasi untuk mengembangkan sektor strategis pertanian di era digital. Agrobisnis harus berkembang dengan melahirkan starups yang berkembang mengikuti kemajuan jaman.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro mengatakan saat ini tengah mengembangkan 4 inisiatif digital pada sektor strategis pertanian. Yakni pertanian presisi atau meningkatkan produktivitas berbasis aplikasi digital, hubungan digital pertanian dengan menggunakan platform digital untuk menghubungkan pelaku rantai pasok pertanian.
Selain itu juga ada keuangan mikro pertanian dengan mengenalkan aplikasi digital keuangan mikro kepada pelaku sektor pertanian, serta lelang pertanian digital dengan menggunakan aplikasi digital untuk lelang komoditas pertanian.
“Upaya ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan Indonesia sebagai Energy Digital Asia pada tahun 2020,” jelasnya saat membuka program pengembangan Ekonomi Digital khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi, Kementerian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan The Asian Productivity Organization (APO) Jepang, menyelenggarakan Workshop bertemakan Accelerating Agribusiness Startups Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta, Senin (11/3/2019).
Perekonomian digital kata dia, diperkirakan memiliki nilai perputaran yang dapat menambah nilai GDP Indonesia hingga USD 150 milyar. Bila 10% saja dapat dimanfaatkan petani, maka perkembangan pelaku usaha agribisnis startups berpotensi besar dapat meningkatkan kesejahteraan petani. “Kita sangat mendorong startup di bidang pertanian,” terangnya.