Saat ini terdapat ratusan pelaku usaha agribisnis startup yang tengah berkembang di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan peluang pengembangan agribisnis startup di berbagai tahapan rantai pasok komoditas pertanian masih terbuka lebar.
“Fokusnya adalah bagaimana kita melakukan percepatan, pertumbuhan startup-startup di bidang agribisnis, khususnya bagi startup Indonesia sendiri yang ikut dalam kegiatan ini diharapkan mampu menyerap pengalaman startup dari luar negeri sehingga dapat cepat tumbuh dan berkembang”, terang Syukur
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari 16 negara. Adapun negara yang ikut ambil bagian adalah Bangladesh, Kamboja, Taiwan, India, Islamic Rep Iran, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Philippines, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, dan Amerika serta tuan rumah Indonesia.
Direktur Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja, Zuhri Bahri Selaku Head of NPO (National Productivity Organization) Indonesia mengatakan saat ini banyak muncul startup yang membuat aplikasi jual beli produk pertanian, sharing informasi harga komoditas pertanian, hingga sharing informasi seputar pertanian di sektor budidaya. “Pemerintah sangat consern terhadap peningkatan produktivitas pertanian,” jelasnya
Sesuai dengan nawacita no 6 Pak Jokowi-JK kata dia, pemerintah punya komitmen tinggi terhadap peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing. Setidaknya ada 4 pilar dalam peningkatan produktivitas. Yakni perlunya mengefektifan manajemen dan birokrasi, meningkatkan inovasi kreatifitas dan penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta budaya etos kerja produktif.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.