nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Balada TKW Asal Cirebon di Arab Saudi, Pasport Kadaluarsa & Diumpetin Majikan

Fathnur Rohman, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 18:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 13 525 2029521 balada-tkw-asal-cirebon-di-arab-saudi-pasport-kadaluarsa-diumpetin-majikan-rJMn8fkOq6.jpg Anak Turini Fatmah saat komunikasi dengan teman ibunya (foto: Fathur/Okezone)

CIREBON - Nasib tragis harus dialami oleh TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Cirebon, bernama Turini Fatma (44). Ia disekap oleh majikannya di sebuah gudang, serta dipaksa bekerja dengan waktu istirahat hanya dua jam.

Diah Ardikasari, anak perempuan dari Turini mengungkapkan, jika perlakuan yang dialami oleh ibunya sudah terjadi sejak Turini menjadi TKI. Menurut Diah, Turini sudah bekerja di dua majikan berbeda, tapi masih satu keluarga.

"Ada dua majikan, ibu sudah mengalami hal seperti itu. Sudah dipaksa bekerja sangat keras, tapi tidak digaji. Dari tahun 1998 sampai sekarang, ibu baru kirim uang Rp20 juta," kata Diah, saat ditemui Okezone, Rabu (13/3/2019).

Diah mengaku, kalau dirinya sudah melakukan berbagai upaya untuk memulangkan ibunya. Salah satunya adalah dengan melapor ke BNP2TKI. Akan tetapi, laporan dari Diah tak kunjung direspon, karena data yang dimiliki Diah masih sangat minim.

 s

Saat disinggung mengenai Perusahaan yang memberangkatkan ibunya, Diah menjelaskan, bahwa perusahaan tersebut saat ini sudah tutup karena bangkrut. Bahkan Diah menuturkan, jika pemilik sponsor dari perusahaan itu sudah lama meninggal.

"Waktu bapak saya ke Jakarta, perusahaan yang memberangkatkan ibu itu bangkrut. Bahkan yang mensponsorinya aja sudah meninggal. Pasport ibu sudah lama kadaluarsa dan diumpetin sama majikannya. Sekarang tidak ada perusahaan yang menaungi ibu," jelasnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh ayah Diah yang sekaligus suami dari Turini, yakni Samsudin. Ia menyampaikan saat ini istrinya tidak dinaungi oleh perusahaan apapun.

Samsudin sempat bercerita, bahwa ia dan keluarga sudah sepakat untuk memberangkatkan Turini sebagai TKI, karena faktor ekonomi. Turini pun akhrinya memilih Perusahaan resmi supaya menyalurkanya ke Arab Saudi.

 sd

"Saya sudah sepakat dengan istri saya. Ini karena faktor ekonomi, " imbuhnya.

Samsudin sendiri berharap, agar istrinya bisa secepatnya dipulangkan. Ia juga mengimbau kepada msayarakat luas, agar mempertimbangkan kembali jika ingin menjadi seorang TKI. Pasalnya, walaupun sudah memilih Perusahaan resmi, nyatanya resiko sebagai TKI sangatlah besar.

"Hati-hati kalau mau jadi TKI. Kalau bisa milihnya jangan perusahaan ilegal. Pilih Perusahaan resmi," pungkasnya.

(wal)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini