PEKANBARU - Jelang hari pencoblosan Pilpres 2019 pada 17 April, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku mendapat informasi perangkat desa diintimidasi. Soal itu, Prabowo menegaskan warga tidak bisa dipaksa untuk menentukan pilihan di kotak suara.
"Saya mendengar jelang 17 April ini, kepala desa, lurah itu ditakut-takuti," ujar Prabowo di hadapan ribuan warga Gelanggang OlahRaga Remaja, Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru Rabu (13/3/2019).
Prabowo yang menjelaskan, siapa yang menakut-nakuti para aparat desa tentu punya kepentingan. Mantan Danjen Kopassus ini menegaskan, rakyat Indonesia tidak perlu takut dengan segala bentuk intimidasi.

Prabowo di Riau
(Baca Juga: Prabowo Pertanyakan ke Mana Larinya Kekayaan Riau)
Kata dia, rakyat sudah 'kenyang' dengan pengalaman di masa penjajahan dari Ingris, Belanda hingga Jepang yang selalu menakut-nakuti. Prabowo pun memberikan semangat kepada pendukungnya agar tidak takut.