nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benar Banyak Jamaah Nyantri di Ponpes Malang, tapi Bukan Karena Ponorogo Mau Kiamat

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 12:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 14 519 2029841 benar-banyak-jamaah-nyantri-di-ponpes-malang-tapi-bukan-karena-ponorogo-mau-kiamat-V9Xta8yFUC.jpg Polisi beserta ulama meluruskan isu "Kiamat Sudah Dekat" (Foto: Avirista/Okezone)

MALANG - Kabar terkait adanya ajaran atau doktrin mengenai "kiamat sudah dekat" membuat puluhan warga Desa Watubonang, Ponorogo pindah ke salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Camat Kasembon Hendra Trijahjono menjelaskan, Ponpes di Dusun Polosari memang kerap dibanjiri jamaah tiap menjelang Bulan Ramadan. Namun, mereka hanya nyantri untuk memperdalam ilmu agama Islam dan akan kembali ke tempat tinggalnya usai Bulan Ramadan, bukan lantaran kiamat sudah dekat.

"Memang ada jamaah-jamaah di sana. Itu keterangan dari pondok pesantren. Tapi dalam rangka persiapan jelang kegiatan Bulan Ramadan. Sehingga, ada terjadi peningkatan jamaah biasa setiap tahun jelang bulan Ramadan," kata Hendra di Polres Batu, Kamis (14/3/2019).

Pihak kecamatan bersama kepolisian dan tokoh ulama di Kabupaten Malang, pun telah melakukan kroscek ke Ponpes mengenai aktivitas warga asal Ponorogo sebagaimana informasi yang beredar.

“Kita sudah mengklarifikasi langsung kepada Gus Muhammad Romli, pemimpin Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kasembon, Kabupaten Malang, kemarin. Pesantren itulah yang didatangi puluhan warga Ponorogo,” tuturnya.

(Baca Juga: Viral 52 Warga Ponorogo Pindah ke Malang Gara-Gara Isu Kiamat, Ini Faktanya)

Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mengakui telah ada pertemuan dari jajaran kecamatan, kepolisian, tokoh ulama, dan pengasuh Ponpes yang disebut mengajarkan doktrin tentang kiamat dan aliran Nabi Musa As.

"Dari hasil tabayyun (kroscek), sudah dilakukan pada hari selasa dari mulai pukul 15.00-17.30 WIB dengan hasil informasi yang didapati itu tidak benar. Bagaimana kita meng-counter isu itu dengan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan tabayyun," bebernya.

Sebelumnya sejumlah tokoh dari Pemerintah Kecamatan Kasembon, kepolisian, tokoh ulama, dan tokoh masyarakat menggelar mediasi sekaligus konferensi pers terkait isu yang beredar difasilitasi oleh Polres Batu.

Dalam pertemuan yang digelar Rabu malam 13 Maret 2019 diperoleh hasil bahwa isu terkait doktrin kiamat sudah dekat, telah dipelintir oleh segolongan pihak yang mengatasnamakan Ponpes di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang yakni Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini