nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menaker Hanif Minta BBPLK Medan Lebih Inovatif dan Kreatif

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 17:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 1 2030540 menaker-hanif-minta-bbplk-medan-lebih-inovatif-dan-kreatif-4kJchEbRpu.jpg Foto: dok.Humas Kemenaker

MEDAN - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meninjau Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan yang terletak di Jalan Gatot Subroto KM 7,8 Kota Medan, Sumatera Utara, Jum'at (15/3/2019).

Dalam kunjungan kerja singkatnya selama 60 menit ke BBPLK yang dibangun pada 1970 di atas lahan seluas 7 hektar tersebut, Hanif menyempatkan diri meninjau workshop kejuruan perhotelan, konstruksi, barista dan restoran, serta memberikan pengarahan kepada pegawai dan instruktur.

Saat berdialog dengan pegawai dan instruktur, ia meminta jajaran BBPLK Medan banyak melakukan inovasi dalam metode pelatihan. Sebagai provider pelatihan, BBPBLK juga harus bersaing dan selalu memperbarui pelatihan agar men-delivered masyarakat benar-benar bisa kompeten.

"Jadikan inovasi sebagai budaya dan terobosan agar BLK (BBPLK) bisa terus berkembang mengikuti perkembangan jaman, " kata Hanif Dhakiri.

Agar BBPBLK bisa terus melakukan inovasi, Hanif Dhakiri juga meminta seluruh pegawai maupun instruktur, membuka ruang atau ide-ide agar bisa terus berkembang. Pimpinan juga diminta membuka diri, berdialog agar bisa menyerap ide-ide dari bawah.

 

"Siapa tau ada yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan secara baik, sehingga kinerja BLK (BBPLK) menjadi baik. Pikiran kita harus terbuka, harus inovatif agar semua yang dilakukan benar-benar baik, " kata Hanif didampingi Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak Asep Gunawan, Kadisnaker Sumut Hariyanto Butar Butar, Kepala BBPLK M. Ali, dan Kabag TU BBPLK Medan Huminsa Tambunan.

Selain berinovasi, Menaker juga meminta BBPLK Medan membuka kelas malam dan Sabtu-Minggu. Untuk membuka dua kelas tersebut, Hanif telah menginstruksikan Ditjen Binalattas untuk merumuskankannya dan akesnya benar-benar dibuka seluas-luasnya untuk masyarakat.

Hanif Dhakiri menilai pentingnya dibuka dua kelas itu karena masyarakat di sekitar memerlukan ruang atau akses untuk bisa memperoleh upskilling (peningkatan ketrampilan) agar memiliki karir dalam pekerjaannya. Apalagi karena saat ini banyak orang under employment.

Jika sebelumnya ada persyaratan usia dan pendidikan, maka untuk membuka akses seluas-luasnya ke masyarakat, Menaker menambahkan mulai saat ini BBPLK telah menghapuskan persyaratan yang membatasi masyarakat untuk mengikuti pelatihan.

"Kita minta BLK (BBPLK) Medan tidak melihat soal itu. Tak peduli agamanya apa, sukunya apa, asalnya dari mana, pendidikannya apa, tua atau muda. Selama dia butuh pelatihan datanglah ke BLK Medan dan BLK harus memberikan pelayanan dan pelatihan terhadap mereka, " katanya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini