nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pulau Onrust, Pelabuhan Tersibuk Era VOC yang Pernah Jadi Tempat Karantina Penderita Malaria

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 10:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 337 2030606 pulau-onrust-pelabuhan-tersibuk-era-voc-yang-pernah-jadi-tempat-karantina-penderita-malaria-1z2lwlYKbo.JPG Bangunan bersejarah di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu (Foto: Tourismworldtravel)

PADA abad ke-17 dan ke-19, banyak kapal VOC yang berasal dari Belanda berlabuh ke salah satu pulau di kawasan Kepulauan Seribu, yakni Pulau Onrust. Pelaut dari negeri kincir angin itu kerap kali beristirahat di sana sebelum menuju Pelabuhan Sunda Kelapa, Batavia (kini bernama Jakarta).

Dikutip dari laman Wikipedia, asal penamaan Pulau Onrust sebenarnya diambil diambil dari Bahasa Belanda yang berarti 'Tidak Pernah Beristirahat' atau dalam bahasa Inggrisnya adalah 'Unrest'.

Sedangkan jika dipelesetkan ke dalam Bahasa Indonesia didapatlah istilah 'on terus'. Pulau yang terletak dalam wilayah Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan dinamai seperti itu karena pada masa pemerintah kolonial Belanda, aktivitas bongkar muat barang dan galangan kapal berlangsung sepanjang hari tanpa henti.

Awal mula para serdadu kolonial Belanda menempati Pulau Onrust setelah pada tanggal 10-13 November 1610 terjadi perjanjian antara Belanda dan Kerajaan Jayakarta. Kesepakatan itu diwakili oleh L. Hermit dan Pangeran Jayakarta.

Sedangkan isi dari perjanjian itu, yakni memperbolehkan orang-orang Belanda mengambil kayu untuk pembuatan kapal-kapalnya di Teluk Jayakarta. Alhasil, pada 1615, VOC mendirikan sebuah galangan kapal dan sebuah gudang kecil. 

Dermaga di Kepulauan Seribu

Kemudian tiga tahun berselang, tepatnya pada 1618, Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon (JP) Coen menjadikan tempat itu sebagai pulau pertahanan terhadap akibat memuncaknya ancaman Banten dan Inggris. 

Pertempuran antara pasukan Belanda dan Inggris untuk memperebutkan Pulau Onrust, memaksa pasukan 'meneer' bertekuk lutut kepada Inggris yang berhasil menduduki kawasan itu sekira tahun 1816.

Setelah berhasil merebut kawasan tersebut, Inggris memulai pembangunan di sana dengan mempekerjakan orang-orang keturunan Tiongkok dan para tahanan. Pulau Onrust yang tadinya luluh lantah akibat pertempuran antara Inggris dan Belanda kembali menggeliat sekira tahun 1848.

Seiring berjalannya waktu, Pelabuhan Tanjung Priok mulai berdiri pada 1883. Akibatnya, Pulau Onrust mulai kehilangan pamornya dalam dunia perkapalan dan pelayaran Nusantara. Nakhoda kapal saat itu lebih memilih menyandarkan kapalnya ke dermaga Pelabuhan Tanjung Priok.

Pulau Onrust Beralihfungsi

Pada tahun 1911, Onrust diubah fungsinya menjadi tempat karantina para jamaah haji hingga tahun 1933. Para calon jamaah haji ini dibiasakan dulu dengan udara laut, karena pada zaman itu untuk mencapai Tanah Suci mau tidak mau harus naik kapal laut dan mengarungi samudera selama berbulan-bulan lamanya untuk dapat menginjakkan kaki ke kota suci Makkah.

Infografis Pelabuhan Bersejarah

Setelah prajurit Jepang memasuki wilayah Tanah Air dan menguasai Batavia pada 1942, Pulau Onrust kembali berubah fungsi. Di mana kawasan itu dijadikan tempat penjara bagi para penjahat kriminal kelas kakap. Salah satu tahanan yang pernah dikurung di sana ialah pelaut Belanda Maud Boshart. Boshart dijebloskan ke penjara lantaran menyerang kapal Zeven Provincien.

Usai Indonesia merdeka pada 1945, pulau itu dimanfaatkan sebagai tempat karantina, di mana di sana berdiri rumah sakit khusus menampung para penderita penyakit menular seperti malaria. Semua aktivitas di sana berada dalam pengawasan Departemen Kesehatan (Depkes) RI hingga awal 1960-an. Tak berlangsung lama, nasib pulau itupun terbengkalai, tak bertuan hingga terkesan angker.

Melihat kawasan itu banyak menyimpan nilai sejarah dan perlu dilestarikan, maka pada tahun 1972, Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin menetapkan Pulau Onrust sebagai pulau bersejarah.

Kini, Pulau Onrust, juga Pulau Cipir, Pulau Bidadari, Pulau Kelor dan Pulau Edam, oleh Pemerintah Indonesia ditetapkan sebagai daerah Suaka Taman Purbakala Kepulauan Seribu. Di pulau ini terdapat banyak peninggalan arkeologi masa pemerintah kolonial Belanda dan sebuah bangunan rumah yang masih utuh. Rumah itu kemudian dijadikan sebagai Museum Pulau Onrust. (put)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini