Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pulau Onrust, Pelabuhan Tersibuk Era VOC yang Pernah Jadi Tempat Karantina Penderita Malaria

Fadel Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 16 Maret 2019 |10:02 WIB
Pulau Onrust, Pelabuhan Tersibuk Era VOC yang Pernah Jadi Tempat Karantina Penderita Malaria
Bangunan bersejarah di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu (Foto: Tourismworldtravel)
A
A
A

Infografis Pelabuhan Bersejarah

Setelah prajurit Jepang memasuki wilayah Tanah Air dan menguasai Batavia pada 1942, Pulau Onrust kembali berubah fungsi. Di mana kawasan itu dijadikan tempat penjara bagi para penjahat kriminal kelas kakap. Salah satu tahanan yang pernah dikurung di sana ialah pelaut Belanda Maud Boshart. Boshart dijebloskan ke penjara lantaran menyerang kapal Zeven Provincien.

Usai Indonesia merdeka pada 1945, pulau itu dimanfaatkan sebagai tempat karantina, di mana di sana berdiri rumah sakit khusus menampung para penderita penyakit menular seperti malaria. Semua aktivitas di sana berada dalam pengawasan Departemen Kesehatan (Depkes) RI hingga awal 1960-an. Tak berlangsung lama, nasib pulau itupun terbengkalai, tak bertuan hingga terkesan angker.

Melihat kawasan itu banyak menyimpan nilai sejarah dan perlu dilestarikan, maka pada tahun 1972, Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin menetapkan Pulau Onrust sebagai pulau bersejarah.

Kini, Pulau Onrust, juga Pulau Cipir, Pulau Bidadari, Pulau Kelor dan Pulau Edam, oleh Pemerintah Indonesia ditetapkan sebagai daerah Suaka Taman Purbakala Kepulauan Seribu. Di pulau ini terdapat banyak peninggalan arkeologi masa pemerintah kolonial Belanda dan sebuah bangunan rumah yang masih utuh. Rumah itu kemudian dijadikan sebagai Museum Pulau Onrust. (put)

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement