Jokowi-Ma'ruf Kembali Dapat Dukungan dari Kalangan Pesantren

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 19:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 15 605 2030605 jokowi-ma-ruf-kembali-dapat-dukungan-dari-kalangan-pesantren-xBUOC25onm.jpg Jokowi-Ma'ruf Amin

JAKARTA - Pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin terus mendapat dukungan berbasis pesantren pada Pilpres 2019. Kali ini dari Masayikh Pesantren Tua, Zainul Hasan, Genggong, Kabupaten Probolinggo mengeluarkan maklumat agar santri dan alumni Genggong mendukung Jokowi-Ma'ruf.

“Benar, para masyayikh atau sesepuh Pesantren Genggong memang mengeluarkan maklumat yang berisi tiga poin,” ujar Pengasuh Pesantren Genggong, KH Muhammad Haris dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/3/2019).

Sebanyak tiga poin maklumat tersebut adalah, pertama, ajakan pada para santri dan alumni Genggong agar menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019.

Kemudian, agar para santri dan alumni menciptakan Pemilu aman, damai dan beradab. Sedangkan poin terakhir, agar santri dan alumni Genggong mendukung pasangan nomor 01 Jokowi-KH Ma’ruf dalam Pilpres 2019.

Maklumat Masyayikh Pesantren Genggong itu ditandatangani 11 kiai dari keluarga besar Genggong. Yakni, KH Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah, KH Moh. Hasan Abdel Bar, KH Moh. Hasan Saiful Islam, KH Moh. Hasan Zidni Ilman, dan kiai lainnya..

(Baca Juga: KH Ma'ruf Amin Matangkan Persiapan Debat 17 Maret)

Dalam maklumat tertanggal 13 Maret 2019 itu Gus Haris juga mengaku, ikut menandatanganinya. “Karena yang mengeluarkan maklumat para masyayikh, para sesepuh Genggong, tentu para santri dan alumni akan sam’an wa tho’atan (mendengar dan patuh, Red.),” ujar Gus Haris, panggilan akrab KH Muhammad Haris.

Sementara itu Pengasuh (Utama) Pesantren Genggong, KH Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah membenarkan, beredarnya maklumat masyayikh Genggong tersebut. “Ya benar ada maklumat seperti itu. Maaf, saya ada tamu,” ujarnya singkat.

Terkait Pilpres 2019, sebelumnya akhir Februari 2019 lalu, Gus Haris bersama ribuan santri Genggong menggelar Deklarasi Anti Hoax. Saat itu memang, belum ada “isyarat” dari masyayikh untuk mendukung Capres-Cawapres tertentu.

Saat deklarasi, Gus Haris memberikan pernyataan, hoax termasuk fitnah sehingga dihukumi dosa besar. “Kami ingin Pemilu 2019 berlangsung damai karena itu hindari hoax, jangan menebar berita bohong dan fitnah,” ujar Gus Haris.

(aky)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini