nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekjen Kemenag Bukan Ditangkap, Hanya Diklarifikasi Terkait Penyegelan Ruangannya

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 10:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 16 337 2030790 sekjen-kemenag-bukan-ditangkap-hanya-diklarifikasi-terkait-penyegelan-ruangannya-XqMB7a2vl6.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA -‎ Kabiro Humas, Data dan Informasi Kementeriaan Agama (Kemenag), Mastuki membantah bahwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag, M Nur Kholis ikut ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nur Kholis hanya dimintai terkait penyegelan ruangannya.

"Sekjen Kemenag hanya dimintai keterangan. Beliau proaktif dengan hadir langsung ke gedung KPK. Sekarang sudah kembali ke kediamannya," kata Mastuki kepada Okezone, Sabtu (16/3/2019).

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, bahwa Nur Kholis datang ke KPK sekira pukul 20.00 WIB untuk dimintai keterangan terait penyegelan di ruangannya. Namun, Febri enggan menjelaskan apa saja yang dikonfirmasi ke Nur Kholis terkait penyegelan di dua ruangan kantor Kemenag.

"Sekjen Kementerian Agama datang ke kantor KPK karena sebelumnya kan ada beberapa ruangan di Kemenag yang disegel ada kebutuhan klarifikasi. tapi apa yang diklarifikasi Tentu saya belum bisa sampaikan ya," kata Febri dikonfirmasi terpisah.

Diketahui sebelumnya, Tim satgas KPK telah menyegel sejumlah ruang kerja di Kemenag. Ada dua ruangan yang disegel yakni ruang kerja Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saefuddin dan ruang kerja Nur Kholis.

Kedua ruang kerja tersebut disegel pada sore kemarin. Disinyalir, penyegelan dua ruang kerja di‎ Kemenag tersebut berkaitan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketum PPP, Romahurmuziy.

Awalnya, KPK menggelar OTT di daerah Sidoarjo, Jawa Timur, pada pagi hari kemarin, Jumat, 15 Maret 2019. Dalam operasi senyap tersebut, tim mengamankan enam orang.

Keenam orang tersebut terdiri dari satu anggota DPR RI yang disinyalir merupakan Ketum PPP, Romahurmuziy (Romi), staf Romi, satu pihak swasta, dan tiga pihak Kementeriaan Agama (Kemenag) Wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Selain mengamankan enam orang, KPK juga menyita uang dalam pecahan rupiah.

(Baca Juga: OTT Ketum PPP Romi, Sekjen Kemenag Dikabarkan Ikut Ditangkap KPK)

Operasi senyap tersebut diduga terkait jual-beli jabatan di Kemenag. KPK menduga transaksi suap terkait jual-beli jabatan di Kemenag yang disinyalir melibatkan Romi terjadi sudah lebih dari sekali.

KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Romi dan empat orang lainnya yang terjaring dalam OTT tersebut. Rencananya, KPK akan menggelar konferensi pers terkait OTT tersebut pada siang hari ini.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini