nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kena OTT, Romi Pesan ke Kader PPP Jangan Kendurkan Perjuangan Jelang Pemilu

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 14:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 16 337 2030834 kena-ott-romi-pesan-ke-kader-ppp-jangan-kendurkan-perjuangan-jelang-pemilu-hhPBOf8o5h.jpg Ketum PPP Romahurmuziy. (Dok Okezone)

JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) PPP, M Romahurmuziy, berpesan kepada kader partai berlambang Kakbah itu agar tidak mengendurkan perjuangan jelang Pemilu 2019, yang tinggal hitungan hari. Pemilu 2019 sendiri berlangsung pada 17 April 2019.

"Jangan kendurkan perjuangan karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari," katanya dalam surat terbuka, seperti dikutip pada Sabtu (16/3/2019).

Ia yakin, PPP akan masuk ke parlemen pada Pemilu 2019. Hal itu berdasarkan pengalamannya yang telah keliling berbagai daerah.

Sementara itu, Romi memohon maaf kepada seluruh rekan di PPP, mulai dari tingkatan pusat hingga ranting.

"Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini," ujarnya.

Romahurmuziy (Sindo)

Ia menambahkan, akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi, setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW, terkait kasus yang membelitnya.

Sekadar diketahui, Ketum PPP Romahurmuziy (Romi) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.‎ Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Romi.

(Baca Juga : Kena OTT KPK, Romi Mohon Maaf ke TKN Jokowi dan Masyarakat)

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Romi disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi suap, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terhadap Muafaq, KPK mengenakan Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca Juga : KPK Tetapkan Ketum PPP Romi Tersangka Jual Beli Jabatan di Kemenag)

(erh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini