Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petugas Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp19 Miliar

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Minggu, 17 Maret 2019 |19:55 WIB
Petugas Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp19 Miliar
Petugas gagalkan penyelundupan benih lobster (Foto: Istimewa)
A
A
A

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengimbau seluruh masyarakat untuk meninggalkan segala bentuk penyelundupan sumber daya perikanan yang dilarang, baik lobster, rajungan, kepiting di bawah ukuran (undersize) dan dalam kondisi bertelur. Menurut Menteri Susi, hal ini demi keberlanjutan SDI dan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi nelayan.

"Justru ketika kita biarkan mereka besar dan berkembang biak, kita berikan waktu untuk bertelur agar harga yang bisa didapatkan jauh-jauh lebih tinggi. Pemerintah bukan melarang tanpa alasan. Kita ingin memaksimalkan manfaat yang bisa diperoleh nelayan dan menjaga agar sumber daya ini tetap ada dan banyak demi generasi-generasi berikutnya," jelas Menteri Susi.

Menteri Susi berpendapat, penyelundupan benih maupun SDI dalam keadaan bertelur hanya dapat menguntungkan negara tujuan pengiriman. Mereka membeli dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga yang dapat diperoleh jika membiarkan SDI besar terlebih dahulu.

"Banyak yang tergoda menyelundupkan benih lobster dan sebagainya karena harga tinggi yang ditawarkan. Padahal pengepul beli dari nelayan dengan harga murah. Nanti pengepul bisa jual ratusan ribu per ekor. Di negara tujuan, dibesarkan sebentar bisa dijual jutaan rupiah per ekor. Bayangkan kerugian nelayan kita," tutur Menteri Susi.

Jika benih/bibit terus diburu, Menteri Susi khawatir stok lobster di alam akan habis. Bukan tanpa alasan, menurutnya sejak maraknya perburuan benih lobster mulai tahun 2000-an, terjadi penyusutan ketersediaan lobster yang signifikan.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement