JAKARTA - Aksi penembakan terhadap jamaah Salat Jumat di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 49 orang dan 48 orang lainnya terluka, dimana ada 3 orang WNI dan 1 orang di antaranya meninggal dunia, terus mendapat kecaman dari banyak kalangan.
"Mencermati kejadian tersebut, pada intinya para pelaku merasa mewakili/mewarisi heroisme seperti yang tersurat dan tersirat di senjata-senjata yang digunakan berdasarkan sejarah yang pernah terjadi. Padahal mereka tidak mewakili siapapun dalam kejadian ini, selain mengumbar naluri sebagai pembunuh", ujar Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Japto S. Soerjosoemarno, Senin (18/3/2019).
Dia juga menyayangkan keterangan yang disampaikan senator Australia Fraser Anning yang justru menjurus ke arah adu domba yang dinilai negatif oleh warga Australia sendiri melalui pemecahan telur dikepalanya oleh warga Australia yang bernama Will Connolly yang menjadikannya terkenal sekarang.
“Tindakan terorisme yang terencana itu merupakan perbuatan biadab, kejam dan sadis. Saya sampaikan duka cita kepada para keluarga korban. Inalillahi wainailaihi rojiun. Semoga para korban penembakan diampuni segala dosanya,” tutur Japto.
