Kelabui Polisi, Caleg PKS Cabul Potong Rambutnya dan Ganti Mobil

Rus Akbar, Okezone · Senin 18 Maret 2019 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 18 340 2031607 kelabui-polisi-caleg-pks-cabul-potong-rambutnya-dan-ganti-mobil-j8PoZCN0VO.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

PADANG - Pelarian AH, Caleg Partai Keadilan Sejaterah (PKS) dari Kabupaten Pasaman Barat, akhirnya berakhir setelah Polres Pasaman Barat terus melacak keberadaannya.

Akhirnya caleg yang diduga mencabuli anak kandungnya sendiri terciduk di wilayah Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat saat sedang mencukur rambut kemarin, Minggu 17 Maret 2019.

"Terakhir kita mendapatkan informasi bawah tersangka ini mau pulang ke rumahnya di Pasaman Barat untuk menemui istrinya, dan akan menyerahkan diri. Tapi kami tidak percaya begitu saja,” terang Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, AKP Afrides Roema, Senin (18/3/2019).

Petugas pun akhirnya membuntuti keberadaan tersangka, dan AH terlacak masih di Jakarta, kemudian kembali lagi terlacak sedang di bus angkutan umum sedang menuju Kota Padang. Namun saat tiba di Kota Solok tersangka ini turun dari bus dan pindah ke mobil travel.

“Sampai di Kecamatan Pauh tersangka pangkas rambut. Pakai tukar mobil dan pangkas rambut supaya tidak dikenali," kata Afrides.

 SSA

Usai pangkas rambut, AH menunggu angkutan umum di pinggir jalan Kecamatan Pauh. Di sanalah kita menangkapnya tanpa melakukan perlawanan, kemarin kita langsung bawa ke Polres Pasaman Barat.

AH ditetapkan sebagai tersangka dan masuk sebagai DPO atas kasus pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri pada (14/3). AH dilaporkan oleh istrinya pada 7 Maret 2019. Usai dilaporkan, AH diketahui langsung melarikan diri ke Jakarta hingga Jawa Barat.

AH diduga telah mencabuli anak kandungnya sejak berusia 10 tahun. Perbuatan bejatnya ini berlangsung sejak anaknya duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar hingga kini anaknya telah berusia 17 tahun.

AH menjadi caleg dengan nomor urut 4 di Daerah Pemilihan (Dapil) Pasaman Barat 3 yang berdomisili di Kecamatan Sungai Aur. Meski dicalonkan sebagai caleg, tapi PKS mengklaim AH bukan kader dari partai. PKS juga meminta atas kasus ini jangan partai yang disalahkan, hal itu dikatakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Pasaman Barat, Fajri Yustian.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini