Debat Cawapres: Kesehatan Ibu dan Anak Kunci Membangun SDM Indonesia

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 10:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 18 605 2031433 debat-cawapres-kesehatan-ibu-dan-anak-kunci-membangun-sdm-indonesia-NRHQ6iDkH1.jpg Debat Cawapres. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Sekjen Perempuan Bravo 5, Ruby Kholifah menyatakan, Ma’ruf Amin dalam Debat Cawapres menunjukkan konsistensi dalam memaparkan visi dan misi ‘Indonesia Maju’ dengan mewujudkan SDM sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

”Revitalisasi di bidang kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan harus dibarengi dengan revitalisasi budaya dan sosial yaitu budaya ‘respect’ dan saling menolong. Di mana kesetaraan laki-laki dan perempuan perlu dijunjung, dan budaya toleransi dihidupi untuk menggerakan solidaritas sosial lintas perbedaan,” kata Ruby, Senin (18/3/2019).

Ma’ruf dan Sandiaga menyoroti tentang masalah stunting. Keberhasilan pemerintah dalam menurunkan stunting sampai 7%, tentu saja tidak hanya didukung dari sektor kesehatan klinis, tapi juga segala tindakan pencegahan mulai dari fase pranikah melalui kursus pranikah, pada perencanaan kehamilan, dan setelah melahirkan.

2 Cawapres Adu Visi-Misi di Debat Cawapres Pilpres 2019

“Saya sangat setuju dengan Ma’ruf yang mengatakan bahwa stunting juga mengandung masalah sosial dan budaya. Intinya bahwa ada banyak faktor yang mendukung terjadinya stunting, di antaranya karena ekosistem yang tidak sehat buat ibu dan anak.” tegas Ruby.

(Baca juga: Ma'ruf Amin Bersumpah Akan Lawan Hoaks dan Fitnah)

Hal lainnya, pergeseran kebijakan ketenagakerjaan yang lebih mengarah pada perlindungan, di mana bukan saja adanya regulasi yang melindungi, tetapi juga jaminan ekosistem yang sehat untuk para pekerja. ini yang dinamakan perwujudan “negara hadir” bersama rakyat Indonesia.

Tidak salah kalau selama empat tahun memimpin, Jokowi-JK berhasil menyelamatkan 51.088 kasus WNI bermasalah, membebaskan 39 WNI yang disandera di Filipina, Somalia, dan Libya, mengevakuasi 16.432 WNI dari daerah perang, konflik politik dan bencana alam di seluruh dunia, 443 WNI dibebaskan dari ancaman hukuman mati, 181.942 TKI telah direpatriasi ke Tanah Air, hingga Rp388 miliar pengembalian total hak finansial WNI/TKI di luar negeri 2015-2018.

Hal yang menjadi sorotan pihaknya adalah komitmen Ma’ruf dengan bersumpah akan memberantas pemberitaan hoaks dan fitnah keji.

“Kami, Perempuan bravo 5 sangat mengamini bahwa hoaks telah mengubah budaya kemanusiaan kita menjadi budaya ‘tidak punya hati’. Oleh karenanya memberantas hoaks dan mendorong penegakan hukum tentang kasus hoaks merupakan tanggung jawab kita semua.,” ujarnya.

”Jika mau SDM Indonesia berkualitas, maka perempuan dan anak Indonesia harus terbebas dari ancaman buta huruf, gizi buruk dan kekerasan. Termasuk rasa tidak aman dan nyaman karena penyebaran berita fitnah yang berpotensi mempresekusi perempuan,” imbuyhnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini