Ini Sosok Bu Lis Penderita Kanker Payudara yang Namanya Disebut Sandi dalam Debat

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 16:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 19 605 2032181 ini-sosok-bu-lis-penderita-kanker-payudara-yang-namanya-disebut-sandi-dalam-debat-lkILbKzOTe.jpg Sosok Niswatin Naimah, penderita kanker payudara yang namanya disebut Sandiaga Uno dalam debat Cawapres 2019. (Foto : Bramantyo/Okezone)

SRAGEN – Nama Niswatin Naimah (44), warga Dukuh Babadan, Desa Bentak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, mendadak menjadi pembicaraan publik setelah calon wakil presiden (cawapres) nomor 02, Sandiaga Uno, menyebut namanya dalam debat cawapres 2019.

Okezone mencoba menelusuri keberadaan sosok yang disebut Bu Lis oleh Sandi dalam debat kemarin. Setelah melakukan penelusuran akhirnya Okezone pun tiba di kediaman dari Niswatin Naimah.

Saat tiba di depan kediaman Niswatin Naimah, rumah tersebut dalam keadaan tertutup. Di halaman depan ada mobil Suzuki Carry terparkir. Di depan rumah terpasang spanduk ukuran kecil bergambar paslon capres dan cawapres Prabowo-Sandi.

Setelah berulang kali pintu rumah diketuk namun tak ada jawaban, Okezone akhirnya bertanya pada seorang guru, yang lokasi tempatnya mengajar berada di dekat rumah Niswatin Naimah.

“Mungkin lagi ke masjid. Biar adiknya saja yang guru di sini yang manggilnya. Ditunggu saja dirumah ibunya," ujar guru SD tersebut sambil menunjukkan rumah yang ada di samping rumah Niswatin Naimah, Selasa (19/3/2019).

Rumah Niswatin Naimah, Dukuh Babadan, Desa Bentak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, terpasang spanduk Prabowo-Sandi. (Bramantyo)

Tak lama kemudian, keluarlah seorang perempuan dari SD itu. Perempuan yang ternyata masih saudara dari Niswatin Naimah ini mengantarkan Okezone ke rumah Niswatin.

Setelah mempersilakan Okezone masuk, perempuan itu menuju masjid yang juga letaknya tak jauh dari rumahnya. Selang tak lama kemudian, datanglah Niswatin Naimah.

Setelah memperkenalkan diri, Niswatin Naimah pun membenarkan apa yang disampaikan Sandiaga Uno dalam debat.

Menurut Niswatin Naimah, sejak namanya disebut Sandiaga Uno, banyak sekali berita hoaks yang mengaku-aku sebagai sosok yang disebut oleh Sandiaga Uno dalam debat.

"Iya betul,yang disebut oleh Bang Sandi dalam debat itu adalah saya," ujar Niswatin Naimah mengawali pembicaraan dengan Okezone.

Niswatin Naimah tak menyangka bila namanya disebut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut dalam debat. Niswatin Naimah pun menceritakan saat Sandi blusukan ke Sragen, dirinya memang berniat ke lokasi tersebut.

"Jadi ceritanya itu, Pak Sandi ke Sragen. Saya memang berniat untuk ke sana. Tapi munculnya spontanitas menyampaikan (penyakitnya) setelah di sana. Karena riuhnya saat itu, Bang Sandi jadi tidak mendengar. Mungkin dengarnya Liswati," katanya.

Niswatin Naimah, Penderita Kanker Payudara yang Namanya Disebut Sandi dalam Debat. (Bramantyo)

Niswatin Naimah divonis mengidap kanker payudara, sejak Maret 2018. Sebagai peserta BPJS Kesehatan, Niswatin berobat dengan memanfaatkan program pemerintah tersebut.

Untuk mengobati penyakitnya, Niswatin mengaku menjalani kemoterapi sebanyak 7 kali. Upaya pengobatan selanjutnya ialah suntikan herceptin. Namun, upaya pengobatan lanjutan itu, kata dia, sudah tak dikaver BPJS lagi sejak April 2018.

"Kalau tercover syaratnya harus ada metastase atau penyebaran. Saya menjalani kemo sampai Oktober. Artinya saya tidak bisa mendapatkan suntikan itu,” katanya.

Dia menyampaikan padahal dirinya harus mendapat 8 kali suntikan. Informasi yang diterima biayanya tidak murah. Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp15 juta.

“Saya belum bisa membayar obat suntikan itu,” tutur Niswatin Naimah yang sudah mengabdi selama 20 tahun menjadi guru honorer di salah satu SMK di Sragen.

Niswatin menyampaikan dirinya spontan curhat ke Sandi karena heran mengapa jaminan kesehatan untuk penderita kanker justru dicabut.

"Saya menyampaikan seperti ini karena ada pasien yang sudah menerima obat gratis," ujar ibu dua anak ini.

Meski kini dirinya berobat dengan menggunakan uang pribadi, Niswatin bertekad untuk tetap terus berusaha semampunya.

"Saya masih terus berobat. Meski tidak lagi disuntik. Saya akan tetap terus berusaha. Alhamdulillah, Bang Sandi sudah menyatakan kesiapannya untuk membantu pengobatan saya," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini