Erick menilai, secara internal, TKN kian memperlihatkan soliditas demi mencapai target utama, yakni memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dampaknya, hasil survei SMRC pun menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sudah, 57,6 persen, sementara Prabowo-Sandi cukup 31,8 persen. Selisihnya sudah lebih dari 25 persen dan jumlah suara yang belum memutuskan juga semakin kecil.
"Hasil survei, terlebih yang dilakukan lembaga publik yang asosiasinya diakui KPU, pasti kami perhatikan dan akui kredibilitasnya. Namun, itu kan baru survei. Finalnya masih tetap menunggu paska pemilihan 17 April mendatang. Jadi, hasil-hasil positif survei tetap kami jadikan penyemangat dan juga pengingat bahwa kami harus tetap gaspol hingga hari H, agar apa yang disajikan lembaga survei saat ini menjadi kenyataan," ujar Erick.
(Baca Juga: Unggul di 5 Segmen Pemilih, LSI: Jokowi-Ma'ruf Bakal Rugi Jika Terjadi Golput)
Ia menambahkan, dalam 28 hari tersisa, dirinya akan meningkatkan mobilitas dan komunikasi dengan banyak elemen seperti tokoh agama dan masyarakat, partai politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK), kalangan pengusaha, aktivis serta para relawan.
"Konsolidasi antara TKN Jokowi-Ma’ruf dan elemen lain juga akan terus ditingkatkan agar tak ada lagi hambatan komunikasi dan semua bersatu untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Kami akan mengandalkan metode kampanye yang bisa diterima semua lapisan masyarakat, baik itu rakyat biasa, ASN, PNS, atau Polri, dan TNI, sehingga jika mereka memilih Jokowi-Ma'ruf Amin, maka itu pilihan murni dan jujur. Tanpa mobilisasi atau kompensasi berupa janji-janji," ujar Erick.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.