nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Selandia Baru Serahkan Senjata Api Pasca Penembakan Masjid Christchurch

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 13:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 20 18 2032577 warga-selandia-baru-serahkan-senjata-api-pasca-penembakan-masjid-christchurch-QfaocdOpiE.jpg Foto: Reuters.

WELLINGTON – Sebagian warga Selandia Baru mulai menyerahkan senjata-senjata api mereka kepada pihak berwenang menyusul permintaan dari Perdana Menteri Jacinda Ardern. Permintaan itu disampaikan Ardern pasca insiden penembakan di dua masjid di Christchurch pada Jumat pekan lalu.

John Hart, seorang petani di distrik North Masterton, mem-posting di Twitter bahwa ia telah memberikan senapan semi-otomatisnya kepada polisi untuk dihancurkan. Postingnya tersebut mendapat banyak kecaman dan pesan hinaan ke laman Facebooknya, sebagian besar dari para pemilik senjata api, terutama dari Amerika Serikat (AS) di mana lobi pro senjata api sangat kuat.

Diwartakan BBC, Rabu (20/3/2019), kepolisian Selandia Baru mengatakan bahwa mereka masih mengumpulkan informasi mengenai berapa banyak senjata api yang telah diserahkan.

Menyusul serangan teroris yang menewaskan 50 orang di dua masjid di Christchurch Jumat pekan lalu, PM Ardern telah mengumumkan bahwa dia akan mereformasi undang-undang senjata Selandia Baru. Rincian mengenai rencana reformasi itu diharapkan akan disampaikan dalam beberapa hari.

Pelobi perburuan Selandia Baru pada Selasa mengatakan pihaknya mendukung rencana reformasi tersebut dan menyerukan larangan terhadap senjata semi-otomatis gaya militer dan magasin berkapasitas tinggi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini