nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebuah Desa di Ghana yang Larang Para Ibu untuk Melahirkan Karena Tabu

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 14:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 20 18 2032616 sebuah-desa-di-ghana-yang-larang-para-ibu-untuk-melahirkan-karena-tabu-IF7Bgc2jrm.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

ACCRA - Desa Mafi Dove di selatan Ghana merupakan rumah bagi 5.000 penduduknya, namun hampir tidak ada di antara mereka yang lahir di desa tersebut. Alasan dari hal itu adalah karena adanya kepercayaan lama yang meyakini bahwa melahirkan di desa itu akan membuat dewa-dewa tersinggung, sehingga ibu-ibu yang akan melahirkan segera bergegas ke desa atau komunitas tetangga untuk melahirkan bayinya.

Seperti banyak komunitas Ghana lainnya, Mafi Dove memiliki sejumlah adat dan tradisi yang telah diturunkan sejak zaman dahulu. Namun terlepas dari pantangan kecil yang tidak benar-benar berdampak pada kehidupan penghuninya, desa ini terus menegakkan tiga aturan utama yang membuatnya unik di dunia.

Salah satu hal pertama yang Anda perhatikan ketika mengunjungi Mafi Dove adalah tidak ada satu pun hewan di sana. Selain burung liar yang terbang di atas kepala, hampir tidak ada burung atau mamalia yang dapat ditemukan di sini. Memelihara hewan di Mafi Dove telah dilarang sejak waktu yang tidak bisa diingat oleh penduduknya, dan hal itu tidak akan berubah dalam waktu dekat. Menariknya, membawa hewan ke desa dan menyembelih mereka pada hari yang sama diizinkan, tetapi orang tidak diizinkan untuk memelihara hewan di desa ini.

Hal kedua adalah tidak adanya tempat pemakaman di desa ini. Setiap kali seseorang meninggal, mereka dibawa ke kuburan di komunitas lain. Dan hal aneh ketiga yang juga menjadi perhatian di Mafi Dove adalah bahwa hampir tidak ada penghuninya yang lahir di sana. Melahirkan di desa dianggap tabu, jadi wanita yang mendekati tanggal kelahirannya diangkut ke desa atau kota tetangga dan dipaksa untuk tetap di sana sampai tali pusat bayi mereka terlepas. Hanya dengan begitu mereka dapat kembali.

Karena kelahiran prematur meningkatkan risiko seorang wanita melanggar tradisi dengan memiliki bayi di Mafi Dove, biasanya ibu hamil akan dikirim keluar dari desa 1 - 2 bulan sebelum tanggal perkiraan kelahirannya. Namun, ada beberapa kasus di mana perempuan harus dipindahkan ke luar desa karena rasa sakit yang luar biasa, dan bayi yang menderita karena komplikasi kelahiran.

Aturan tabu yang tidak biasa di Mafi Dove itu dikaitkan dengan pendiri desa tersebut, seorang pemburu bernama Togbe Gbewofia Akiti. Menurut para tetua desa, ketika Akiti pertama kali menginjakkan kaki di tanah tempat Mafi Dove sekarang berada, sebuah suara dari langit memberitahunya bahwa wilayah itu adalah tempat yang sakral dan damai dan bahwa jika dia dan rakyatnya ingin menetap di sana, mereka harus tinggal di sana dengan tiga aturan: tidak ada pemeliharaan hewan, tidak ada penguburan dan tidak ada persalinan.

"Di mana pun ada kejahatan, tidak ada perkembangan," kata para tetua Mafi Dove sebagaimana dilansir Oddity Central. “Karena tabu ini, tidak pernah ada pertumpahan darah, kejahatan, dan sebagainya. Anda diperbolehkan membawa hewan dan menyembelih mereka di tanah, wanita bebas menstruasi, tetapi melahirkan, tidak mungkin. Kami sangat bangga terikat oleh tabu itu. "

Mencegah persalinan hampir tidak mungkin dilakukan sepenuhnya dan para tetua desa Mafi Dove mengakui bahwa ada kasus-kasus bayi yang lahir di desa. Namun, peristiwa ini adalah pengecualian langka yang harus ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kemarahan para dewa.

Keluarga sang ibu perlu memperingatkan para tetua sesegera mungkin setelah kelahiran yang tidak disengaja terjadi, sehingga mereka kemudian dapat melakukan ritual untuk membersihkan desa dan menenangkan para dewa.

Meskipun persalinan di desa tidak disukai oleh warga mau pun para pemimpin setempat, para “perempuan yang melanggar” tidak dihukum oleh masyarakat. Kepercayaan umum adalah bahwa ibu yang melanggar aturan kuno ini berisiko melahirkan bayi yang tidak normal, tetapi tidak ada yang bisa mengingat bayi yang dilahirkan dengan kelainan bentuk atau masalah kesehatan lainnya sebagai akibat dari melanggar tradisi. Mungkin ritual pembersihan yang dilakukan sangat efektif.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin perempuan yang menentang tabu dan menuntut agar bisa melahirkan bayi mereka di desa tanpa diasingkan oleh masyarakat, tetapi para tetua menolak untuk mengalah. Mereka yakin bahwa menghormati tradisi lama ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kemakmuran Mafi Dove dan rakyatnya.

Namun, mereka telah membuat konsesi, menyetujui pembangunan klinik bersalin di pinggiran desa, sehingga perempuan dapat melahirkan bayi lebih dekat ke rumah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini