JAKARTA - Penanganan darurat dampak banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua terus dilakukan. Jumlah korban terus bertambah yang ditemukan Tim SAR gabungan, dan hingga Rabu (20/3/2019) pagi WIB, tercatat 104 orang meninggal dunia, di mana 97 orang korban di Kabupaten Jayapura dan 7 orang korban di Kota Jayapura.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, berbagai upaya penanganan darurat dilakukan oleh 2.317 personel dari 28 lembaga dan organisasi. Mulai dari evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, dapur umum, penanganan pengungsi perbaikan sara prasana darurat, dan lainnya.
"Balai Besar Jalan Nasional masih melakukan pembersihan jalan protokol Sentani dengan mengerahkan 14 unit excavator dan 3 unit loader. Jalan sepanjang 600 meter jalan sudah bersih. Disiapkan jembatan balley dengan bentang 30 meter, 25 meter dan 9 meter pada jembatan yang rusakm" ujarnya dalam siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (20/3/2019).
(Baca Juga: Banjir Bandang Sentani: 104 Orang Tewas, 160 Luka dan 79 Hilang)
Dinas PU Kabupaten Jayapura telah membangun 16 unit MCK dan akan ditambah. Penyediaan air bersih terkendal antrean pengambilan air dari sumber air PDAM. Perbaikan listrik juga terus dilakukan oleh petugas.