nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Personel SAR Terus Bergerak Evakuasi Korban Banjir Sentani

Chanry Andrew S, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 14:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 20 340 2032614 ribuan-personel-sar-terus-bergerak-evakuasi-korban-banjir-sentani-MmwtyhVXox.jpg Korban banjir Sentani, Papua (Foto: BNPB)

JAKARTA - Penanganan darurat dampak banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua terus dilakukan. Jumlah korban terus bertambah yang ditemukan Tim SAR gabungan, dan hingga Rabu (20/3/2019) pagi WIB, tercatat 104 orang meninggal dunia, di mana 97 orang korban di Kabupaten Jayapura dan 7 orang korban di Kota Jayapura.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, berbagai upaya penanganan darurat dilakukan oleh 2.317 personel dari 28 lembaga dan organisasi. Mulai dari evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, dapur umum, penanganan pengungsi perbaikan sara prasana darurat, dan lainnya.

"Balai Besar Jalan Nasional masih melakukan pembersihan jalan protokol Sentani dengan mengerahkan 14 unit excavator dan 3 unit loader. Jalan sepanjang 600 meter jalan sudah bersih. Disiapkan jembatan balley dengan bentang 30 meter, 25 meter dan 9 meter pada jembatan yang rusakm" ujarnya dalam siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (20/3/2019).

(Baca Juga: Banjir Bandang Sentani: 104 Orang Tewas, 160 Luka dan 79 Hilang)

Dinas PU Kabupaten Jayapura telah membangun 16 unit MCK dan akan ditambah. Penyediaan air bersih terkendal antrean pengambilan air dari sumber air PDAM. Perbaikan listrik juga terus dilakukan oleh petugas.

Banjir Sentani

Bupati Kabupaten Jayapura, lanjut Sutopo, juga telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung mulai 16 – 29 Maret 2019. Daerah yang terdampak bencana, bukan hanya Distrik/Kecamatan Sentani saja, ternyata 5 distrik yaitu Distrik Sentani, Waibu, Sentani barat, Ravenirara, dan Depapre.

Sementara itu, Gubernur Papua telah menetapkan tingkatan bencana ini adalah bencana darurat provinsi karena terjadi di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Bantuan dari pusat, pemda, masyarakat dan dunia usaha terus mengalir.

"BNPB telah menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1,5 miliar untuk operasional penanganan darurat yaitu Rp1 miliar untuk BPBD Kabupaten Jayapura, Rp250 juta untuk BPBD Kota Jayapura, dan Rp250 juta untuk BPBD Provinsi Papua," katanya.

(Baca Juga: Aksi Warga Timika Rela Jual Motor demi Bantu Korban Banjir Sentani)

Sutopo menambahkan, untuk korban yang dievakuasi belum semua korban berhasil diindentifikasi. Setidaknya, ada 40 korban meninggal dunia yang belum diidentitikasi sehingga Bupati Jayapura memutuskan korban akan dimakamkan secara massal besok 21 Maret 2019.

"Pemakaman massal diputuskan setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak gereja yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Pemda Jayapura sudah menyiapkan lahan dan kendaraan untuk pemakaman massal," ujarnya.

Sutopo menuturkan, sebanyak 79 orang belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian sesuai dengan laporan masyarakat yang menyatakan anggota keluarganya belum ditemukan. Sebanyak 160 orang luka-luka dimana 85 orang luka berat dan 75 orang luka ringan.

(Baca Juga: Belasan Anjing Pelacak Temukan 15 Jenazah Korban Banjir Bandang Sentani)

Banjir Bandang

Pengungsi pun terus bertambah, dan tercatat ada 9.691 orang mengungsi yang tersebar di 18 titik pengungsi. "Bertambahnya jumlah pengungsi karena rasa trauma dan takut akan adanya banjir bandang susulan mengingat hujan masih sering turun di wilayah Jayapura. Bertambahnya pengungsi ini menyebabkan beberapa tempat pengungsian penuh dan kondisinya tidak nyaman. Selain itu juga menyulitkan dalam distribusi bantuan," katanya.

Untuk itu, sesuai kesepakatan dalam rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat, dari 18 titik pengungsian yang ada saat ini akan dikumpulkan menjadi 6 titik pengungsi agar memudahkan distribusi bantuan. Pendataan kerusakan bangunan akibat bencana juga terus dilakukan.

"Tercatat 375 rumah rusak berat, 5 unit ibadah rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat, 4 jembatan rusak berat, 4 ruas jalan rusak berat dan kerusakan bangunan lainnya," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini