“Mungkin ada yang bertanya, apa fungsinya membuat viral sesuatu. Atau menjadi trending topic. Viral itu menjadi acuan jika sebuah destinasi atau atraksi itu memang menarik. Acuan ini yang bisa dipakai untuk mencari investor, promosi, dan lainnya. Viral membuat sebuah produk menjadi terangkat,” terangnya.
Don bahkan menantang para Mitra Co-Branding untuk membuktikan kemampuan anak-anak GenPI untuk membuat viral produk atau kegiatan mereka.
“Kalau Cuma ngomong, mungkin ada yang percaya dan ada yang tidak. Sekarang saya challenge 10 Mitra Co-Branding untuk membuktikan kemampuan GenPI dalam membuat viral. Kirim saja produk yang di-branding, atau kegiatan yang akan dilakukan. Syaratnya, harus ada penjelasan dan foto untuk mendukung. Kirim ke kami nanti kami akan angkat satu-satu selama 10 hari kedepan,” tantang Don.
Menurut Don, GenPI sangat terlatih dan terbiasa untuk urusan media sosial. Ia pun menjamin tidak ada keterlibatan robot. Semua dilakukan GenPI dengan seluruh membernya. Sepanjang 2018, GenPI sudah membuat 1.451 trending topic. Dan hingga Maret ini, sudah 110 trending topic yang mereka hasilkan.
Dijelaskannya, selain mempunyai GenPI, Kementerian Pariwisata juga memiliki Social Media Command Center (SMCC). Dari sinilah semua aktivitas media sosial dipantau. Lewat SMCC juga GenPI dan Kemenpar bisa menangkal seluruh pemberitaan negatif hingga hoax. Seperti pemberitaan mengenai Labuan Bajo yang kotor dan masih banyak lagi.