nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beredar Rekaman Kokpit Lion Air JT-610, KNKT: Hanya Kami yang Punya!

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 19:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 21 337 2033256 beredar-rekaman-kokpit-lion-air-jt-610-knkt-hanya-kami-yang-punya-0NNv4QRAWM.JPG KNKT gelar konferensi pers tanggapi isu bocornya rekaman kokpit Lion Air JT-610 (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono menjamin bahwa data Cockpit Voice Recorder (CVR) yang berada di dalam kotak hitam (black box) pesawat Lion Air JT-610 tidak akan tersebar.

Saat ini kata dia, rekaman aslinya hanya ada pada server KNKT. Dia menegaskan bahwa server itu tidak terhubung dengan internet dan perangkat lainnya yang rawan bocor.

“Data CVR ada di server kami, yang servernya adalah stand alone. Tidak berhubungan dengan internet dan tidak berhubungan dengan yang lain,” kata Soerjanto di Gedung KNKT, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

“Sehingga kita hanya bisa membuka ketika kita akan melakukan evaluasi dan Boeing tidak punya, FBI tidak punya. Pihak tertentu yang ini, kami tidak memberikan pada Boeing dan FBI. Jadi, yang punya data itu hanya kami KNKT,” tuturnya lagi.

Meski Amerika Serikat (AS) sebagai negara pembuat pesawat berhak terlibat dalam investigasi dari kecelakaan tersebut, namun KNKT memastikan jika pihak otoritas negeri Paman Sam itu tidak memilikinya.

CVR Lion Air PK-LQP

Oleh karenanya, tim AS yang terdiri dari National Transpotation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Federal Aviation Federation (FAA) dan Boeing hanya diperbolehkan mendengarkan isi rekaman tanpa berhak memiliki data dan transkrip.

“Undang-undang Indonesia melarang untuk mempublikasikan data termasuk data rekaman CVR. Sementara di Amerika ada Undang-undang freedom off information yang mana mereka tidak bisa menahan itu apabila mereka memiliki,” kata dia.

“Sehingga kesepakan bersama waktu itu adalah tim Amerika yaitu NTSB, FAA dan Boeing, mereka pernah mendengarkan CVR, pernah membaca trankrip termasuk terjemahannya, tetapi mereka tidak memiliki data baik transkrip maupun voice dari CVR-nya,” ujar Soerjanto menandaskan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini