Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berempati dengan Bencana Sentani, Festival Crossborder Skouw 2019 Ditunda hingga Mei

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Jum'at, 22 Maret 2019 |09:23 WIB
Berempati dengan Bencana Sentani, Festival Crossborder Skouw 2019 Ditunda hingga Mei
Menteri Pariwisata Arief Yahya/ dok Kemenpar
A
A
A

JAYAPURA – Kedepankan rasa kemanusiaan, Festival Crossborder Skouw 2019 ditunda. Keputusan ini sebagai bentuk empati Kemenpar atas bencana di Sentani, Jayapura, Papua. Edisi 1 festival tersebut akan direlease pada pekan ke-2 Mei 2019.

Belasungkawa disampaikan Kemenpar. Sebab, Sentani diterjang banjir bandang dan tanah lonsor pada Sabtu (16/3). Karena efek yang ditimbulkannya, Gubernur Papua menerbitkan surat Status Siaga Darurat. Surat bernomor 362/3146/SET, tanggal 19 Maret 2019, menerangkan, status itu diberikan selama 7 hari. Gubernur juga meminta masyarakat mewaspadai potensi terjadinya banjir dan tanah longsor susulan.

Menyikapi kondisi tersebut, Kemenpar memutuskan menunda pelaksanaan edisi 1 Festival Crossborder Skour 2019. Festival ini dijadwalkan ulang pada 9-11 Mei 2019. Lokasinya ada di PLBN Skouw, Jayapura, Papua. Event ini sekaligus menjadi perayaan ulang tahun PLBN Skouw. Seharusnya, festival ini digelar pada 26-28 Maret 2018. Tata waktu ini H+1 dari batas Status Siaga Darurat di wilayah Papua.

“Bencana ini adalah kejadian luar biasa. Semua pasti tidak menginginkannya. Kemenpar berempati pada seluruh korban. Himbauan gubernur harus diperhatikan. Upaya pemulihan dikedepankan. Untuk itu, Festival Crossborder Skouw ditunda Mei. Kami berharap publik bisa memahami,” ungkap Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, Kamis (21/3).

Ditunda 9-11 Mei, komposisi konten festival mengalami sedikit perubahan. Festival Crossborder Skouw 2019 tetap mempertahankan amunisi Ras Muhammad dan Dave Solution. Memberi kesegaran, Vanimo Natives Band asal PNG pun dirangkul. Vanimo ini mengisi slot yang sebelumnya diisi Mixmate Band. Dan, publik Papua New Guinea (PNG) dan Papua tetap bisa menikmati sensasi pesta reggae.

“Ada sedikit perubahan pengisi konten utamanya. Vanimo masuk menggantikan Mixmate. Vanimo ini juga populer di PNG dan Papua. Mereka kerap tampil di crossborder. Tetap full dengan genre reggae, kami harap event ini bisa menjadi pelipur kesedihan. Untuk itu, kami tetap mengundang seluruh elemen masyarakat untuk datang ke Skouw pada Mei nanti,” terang Ricky lagi.

Selain komposisi utamanya, Festival Crossborder Skouw juga akan mempertahankan konten lainnya. Event ini akan menampilkan Festival Paduan Suara lintas bangsa dengan 11 peserta. Komposisinya, ada 6 peserta dari Skouw dan 5 group asal Vanimo, PNG. Paduan suara ini berasal dari Gereja-Gereja pada 2 wilayah tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement