nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump: Waktunya AS Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan!

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2019 11:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 22 18 2033501 trump-waktunya-as-akui-kedaulatan-israel-di-dataran-tinggi-golan-j6Ftygcr4i.jpg Daerah dataran tinggi Golan yang disengketakan Israel dan Suriah. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis mengatakan bahwa sudah saatnya bagi negaranya untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang direbut Negeri Zionis dari Suriah pada 1967. Pernyataan Trump tersebut merupakan perubahan drastis pada kebijakan luar negeri AS dan merupakan dorongan besar bagi Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu yang akan menghadapi pemilihan umum.

"Setelah 52 tahun, saatnya bagi Amerika Serikat untuk sepenuhnya mengakui Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang sangat penting bagi keamanan strategis dan keamanan bagi Negara Israel dan Stabilitas Regional!" kata Trump dalam akun Twitternya sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (22/3/2019).

Dataran Tinggi Golan yang disengketakan direbut oleh Israel dalam perang Arab-Israel 1967 dan dianeksasi pada 1981 melalui sebuah langkah yang tidak diakui dunia internasional. Netanyahu telah menekan AS untuk mengakui klaimnya dan mengangkat masalah itu dalam pertemuan pertamanya dengan Trump di Gedung Putih pada Februari 2017.

Pernyataan Trump ini tampaknya merupakan langkah untuk membantu Netanyahu yang akan menghadapi pemilihan umum yang ketat pada 9 April. Netanyahu akan berkunjung ke Washington pekan depan untuk bertemu dengan Trump dan berpidato di depan kelompok pelobi Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC).

Namun Trump membantah dugaan itu dalam wawancara di sebuah program pagi stasiun televisi Fox Business Network.

"Saya dengar dia baik-baik saja. Saya tidak tahu apakah dia baik-baik saja sekarang, tapi saya dengar dia baik-baik saja. Tapi saya akan membayangkan pihak lain, siapa pun yang menentangnya, juga mendukung apa yang baru saja saya lakukan," kata Trump.

Langkah Trump tersebut segera mendapat reaksi, umumnya berupa kecaman dari berbagai pihak, terutama negara Arab dan Islam.

Sekretaris Jenderal Liga Arab. Ahmed Aboul Gheit mengatakan pengumuman Trump "benar-benar di luar hukum internasional" dan "Liga Arab berdiri sepenuhnya mendukung hak Suriah atas tanah yang diduduki."

Di Twitter, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Turki "mendukung integritas wilayah Suriah." Dia mengatakan upaya Washington untuk melegitimasi tindakan ilegal Israel hanya akan menyebabkan lebih banyak kekerasan di wilayah tersebut. "

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menolak memberikan komentar mengenai pernyataan Trump tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini