nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korea Utara Tarik Diri dari Kantor Penghubung dengan Korea Selatan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2019 16:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 22 18 2033631 korea-utara-tarik-diri-dari-kantor-penghubung-dengan-korea-selatan-uaqufxA8Nk.jpg Kantor penghubung tersebut dibuka pada September 2018 saat hubungan kedua negara menghangat. (Foto: Reuters)

SEOUL - Korea Utara telah menarik diri dari kantor penghubung antar-Korea yang dibuka di tengah menghangatnya hubungan kedua negara tahun lalu untuk memfasilitasi pembicaraan antara Pyongyang dengan Seoul.

Diwartakan BBC, Jumat (22/3/2019), pihak Seoul mengatakan, pada Jumat, mereka diinformasikan pada Jumat bahwa staf Korea Utara akan meninggalkan kantor penghubung di hari yang sama. Seoul telah menyatakan penyesalan atas keputusna Pyongyang tersebut dan dan mendesak staf dari Utara untuk kembali secepat mungkin.

Kedua Korea belum melakukan pertemuan lagi sejak KTT yang gagal antara pemimpin Korea Utara dan Amerika Serikat (AS) bulan lalu.

Koresponden BBC melaporkan, Korea Selatan berharap dapat berperan sebagai penengah antara Kim Jong-un dan Donal d Trump menyusul kegagalan KTT di Hanoi tersebut. Namun fakta bahwa Pyongyang sekarang tidak mau menempatkan stafnya di kantor yang sama dengan staf dari Seoul tidak menunjukkan tanda-tanda yang baik.

Kantor penghubung, yang terletak di kota perbatasan Korea Utara, Kaesong, telah mengizinkan para pejabat dari Korea Utara dan Korea Selatan untuk berkomunikasi secara teratur untuk pertama kalinya sejak Perang Korea. Kantor itu dimaksudkan untuk dikelola oleh hingga 20 orang dari masing-masing pihak.

Setelah kegagalan KTT tersebut Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son-hui mengatakan bahwa Washington telah melewatkan sebuah “kesempatan emas” dalam negosiasinya.

Trump mengatakan pada bahwa Kim telah meminta penghapusan semua sanksi - yang tidak dapat disetujui AS, dalam pembicaraan di KTT. Tetapi Choe mengatakan bahwa Korut hanya meminta pencabutan lima sanksi ekonomi utama.

Sejak kegagalan KTT tersebut, Pyongyang telah memperingatkan bahwa mereka mungkin akan melanjutkan uji coba rudal balistik dan uji coba nuklir.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini