Menurut Andreas, jumlah undecided voters yang makin menipis menunjukkan kemantapan pilihan masyarakat. Putaran debat capres-cawapres yang sudah berjalan tiga kali sejak Januari lalu berhasil mengurangi potensi golput.
“Pada pemilu legislatif (Pileg) 2014 lalu angka golput mencapai 24,89 persen, meningkat menjadi 30,42 persen pada Pilpres 2014,” kata Andreas.
Sementara untuk pemilih kritis, kata Andres, kebanyakan masih menunggu hingga hari-hari terakhir menjelang pencoblosan. Mereka ingin memastikan pilihannya tidak keliru dan suaranya tidak terbuang sia-sia.
“Gelaran debat hingga sebelum masa tenang diharapkan dapat memperjelas visi misi dan program,” kata dia.
Survei NIRC dilakukan pada 1-10 Maret 2019, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.