nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Dapat Doa Khusus saat Kunjungi Ponpes di Magelang

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 23 Maret 2019 16:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 23 337 2034005 jokowi-dapat-doa-khusus-saat-kunjungi-ponpes-di-magelang-5jCj0PN9gx.jpg Presiden Jokowi menyambangi pesantren tua di Jateng (Foto: Taufik/iNews)

MAGELANG - Presiden Joko Widodo berkunjung ke Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol Kabupaten Magelang. Didampingi sejumlah menteri kabinet kerja dan juga Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Jokowi disambut antusias oleh ribuan warga dan juga santri di pondok pesantren tersebut.

Dalam kesempatan itu, Jokowi dan rombongan mendapat doa khusus dari Pengasuh Ponpes Darussalam Timur Watucongol, KH Agus Aly Qashyar. Dalam kesempatan itu, Gus Aly mendoakan sejumlah pemimpin yang hadir selalu diberi kesehatan, sukses dan dilancarkan semua yang dicita-citakan.

"Semoga para pemimpin yang hadir di sini, Pak Presiden, Pak Menteri, Pak Gubernur dan semuanya selalu diberikan kesehatan, kelancaran dan kesuksesan," ucapnya dan diamini oleh seluruh masyarakat yang hadir, Sabtu (23/3/2019).

Dalam kesempatan itu, Gus Aly mengaku terharu dan sangat bangga dikunjungi oleh para pejabat penting. Menurutnya, momen itu sudah dituggu selama bertahun-tahun.

"Alhamdulillah siang ini terkabul, semoga pertemuan ini membawa berkah untuk semuanya," pungkasnya.

(Baca Juga:Ketika Jokowi Naik Sepeda Onthel Sapa Warga Yogyakarta)

KH Agus Aly Qayshar, merupakan generasi kelima yang mengasuh Ponpes Darussalam Timur Watucongol. Dia merupakan keturunan KH Ahmad Abdul Haq Dalhar atau yang akrab disapa Mbah Mad Watucongol juga sangat populer.

Mbah Mad adalah salah seorang kiai yang cukup disegani banyak kalangan lintas golongan, para ulama dan pejabat. Sejak kecil, ia dikenal memiliki ilmu yang tidak dimiliki para kiai pada umumnya.

Salah satu kelebihan Mbah Mad yang dimiliki sejak kecil adalah mengetahui makam para wali yang sebelumnya tidak diketahui oleh masyarakat sekitar. Yang pada awalnya, makam seseorang itu dianggap biasa oleh masyarakat, justru Mbah Mad memberi tahu kalau itu makam seorang wali. Kelebihan ini merupakan warisan dari abahnya, Mbah Dalhar.

Sementara pendiri ponpes ini adalah Kiai Abdurrauf bin Hasan Tuqa, pada 1820. Kiai Abdurrauf tercatat sebagai salah seorang senapati perang Pangeran Diponegoro. Nasab Kiai Hasan Tuqa sendiri sampai kepada Sunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III. Karena itu, sebagai keturunan raja Kiai Hasan Tuqa juga memiliki nama sebutan lain, yaitu Raden Bagus Kemuning.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini