SIANG itu, tampak perempuan berparas ayu sedang asyik melenggak-lenggokkan pinggulnya ke kiri dan kanan diikuti irama gendang kromong. Gadis berbalut kebaya khas Betawi itu begitu piawai menari mengikuti alunan musik yang mengiringinya.
Mengenakan mahkota bermacam warna, gadis itu kemudian mengambil sebuah topeng berwarna merah. Topeng itu kemudian dikenakan untuk menutupi wajahnya. Tarian yang dipertontonkan gadis itu tak lain ialah 'Topeng Betawi'. Topeng Betawi ialah perpaduan antara seni tari, musik dan nyanyian.
Tarian ini sebenarnya muncul sejak awal tahun 1900-an silam. Konon, Topeng Betawi kerap dijadikan sebagai atraksi penolak bala atau malapetaka.
Topeng Betawi biasa disajikan secara berkeliling oleh para seniman, terutama sebagai bagian hiburan dari pesta pernikahan atau khitanan. Pertunjukan tarinya sendiri biasa digelar semalaman suntuk. Tarian yang menggunakan topeng sebenarnya ada ditemukan di sejumlah wilayah nusantara, seperti Bali, Cirebon, Magelang dan Malang.
Pegiat Tari Topeng Betawi, Andi Supardi (58) berkisah khusus soal cikal-bakal terbentuknya kesenian Tari Topeng Betawi. Di mana, kakek-neneknya adalah penggagas Tari Topeng Cisalak (mengambil nama kampung kelahiran-red) yang kini tetap lestari sebagai budaya legendaris orang Betawi.