JAKARTA - Kesenian tradisional nusantara kerap dikaitkan dengan hal-hal berunsur mistis. Seperti misalnya, penari yang tiba-tiba kesurupan atau kerasukan roh halus saat beraksi. Namun, budayawan Betawi, Ridwan Saidi punya pandangan lain soal itu.
Ia sama sekali tidak setuju jika kesenian khususnya tarian di Indonesia disebut kental nuansa mistisnya. Menurutnya, ritual berbau mistis dalam sebuah tarian hanya 'settingan' belaka.
"Enggak ada kok. Ini sebetulnya hanya komersial alias untuk hiburan aja," kata Ridwan saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Padahal, seringkali dijumpai beberapa tarian asli Indonesia yang sering kali membuat para penarinya kesurupan atau kerasukan. Sebut saja atraksi kuda lumping (jaran kepang) di Jawa Timur maupun sintren, tari tradisional asli Cirebon.

Konon, sebagian masyarakat masih mempercayai, ada ritual khusus memanggil roh yang kemudian dimasukkan ke tubuh si penari, sehingga bisa mengeluarkan gerakan memikat.
Menurut Ridwan pandangan itu sudah salah kaprah. Adapun gerakan tari yang seolah dipertontonkan tanpa sadar itu, sebenarnya adalah murni kemampuan dari si penari yang diharapkan dapat membuat penonton takjub.