Sementara itu, tokoh agama setempat, Pendeta (Pdt) Hilkia Putra Nehemia mengatakan, tradisi budaya warisan nenek moyang diakuinya, tidak bisa begitu saja dipisahkan dari masyarakat lokal. "Dalam sejarah, Alkitab juga tidak bisa lepas dan dipisahkan dengan yang namanya budaya, yaitu budaya Yahudi," kata Hilkia.

Namun, berbeda dengan tradisi Ma'nene yang merupakan ritual sebagai simbol penghormatan terhadap jenazah leluhur. Menurutnya, tradisi orang Toraja yang masih terpengaruh oleh kepercayaan nenek moyang, dalam perspektif Kristen sudah kurang tepat dan tidak sesuai dengan budaya Kekristenan di kalangan masyarakat Toraja.
"Namun, jika dihubungkan dengan mewarisi kekayaan budaya, sebenarnya tidak salah, jika tidak dihubungkan dengan kepercayaan dahulu yang disertai prosesi aluk todolo (kepercayaan leluhur-red). Dalam hal inilah gereja tidak setuju dengan tradisi Ma'nene," tuturnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.